Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Tuti Turimayanti, mendorong revisi perizinan tambang galian C di Jawa Barat. Langkah ini disebut sebagai upaya krusial untuk mencegah potensi bencana alam, terutama di wilayah Kabupaten Bandung Barat yang rawan.
Tuti Turimayanti menyoroti perlunya peninjauan ulang izin tambang galian C, khususnya di Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki potensi bencana Sesar Lembang yang bergeser 4 milimeter setiap tahun dan dapat memicu gempa besar. “Saya melihat perizinan yang ada di wilayah Jawa Barat ini harus dikoreksi dan diperbaiki. Termasuk sejumlah peraturan daerah (perda) juga harus direvisi dan diperbaiki,” kata Tuti pada Kamis (1/1).
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Ia menekankan pentingnya Kabupaten Bandung Barat sebagai daerah resapan air. Kerusakan di wilayah ini, menurut Mureks, dapat berimbas serius pada Bandung Raya, Purwakarta, dan Subang. “Sebagai manusia mari kita menjaga alam dan lingkungan kita. Karena ini adalah bagian ikhtiar kita juga,” ujarnya, mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan waspada terhadap kemungkinan gempa Sesar Lembang.
Gubernur Dedi Mulyadi Peringatkan Risiko Bandung Raya Tenggelam
Senada dengan itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan para pemimpin daerah di Bandung Raya untuk segera melakukan perubahan tata ruang. Mureks mencatat bahwa ia menegaskan risiko kerusakan lingkungan yang serius dapat memicu daerah tersebut tenggelam di kemudian hari.
“Kita menyadari bahwa wilayah Bandung Raya itu rawan. Artinya, Bandung bisa saja tenggelam kalau tidak dilakukan perubahan tata ruang sejak sekarang,” kata Dedi Mulyadi. Ia juga telah meminta bupati dan wali kota untuk menunda sementara izin perumahan hingga evaluasi tata ruang selesai.
“Izin-izin perumahan yang akan diproses dan yang sudah diberikan untuk ditunda dulu, Dilakukan evaluasi tata ruang. Sehingga tidak memiliki risiko yang tinggi terhadap lingkungan ke depan,” tambahnya, menekankan pentingnya mitigasi risiko lingkungan jangka panjang.






