Berita

Prabowo Kumpulkan Kabinet di Hambalang: Safari Cokelat dan Evaluasi Kinerja Awal Tahun 2026

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan seluruh anggota Kabinet Merah Putih dalam gelaran retret kedua di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (7/1/2026). Momen ini menarik perhatian publik lantaran seluruh menteri, wakil menteri, kepala lembaga, hingga utusan khusus kompak mengenakan baju safari berkelir cokelat, seragam yang identik dengan kader Partai Gerindra dan kerap dipakai Prabowo saat berdinas.

Kabinet Kompak Berseragam Safari Cokelat

Retret yang berlangsung di area Padepokan Garudayaksa, Hambalang, sejak pukul 14.00 WIB ini menampilkan pemandangan unik. Presiden Prabowo sendiri hadir mengenakan baju safari lengkap dengan peci. Seragam serupa juga dikenakan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan seluruh anggota kabinet. Namun, pantauan Mureks mencatat bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta para kepala staf angkatan tetap mengenakan pakaian dinas masing-masing.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Mengawali acara, Prabowo dan Gibran menyalami satu per satu anggota kabinet sebelum duduk di bagian tengah depan forum, menghadap para peserta. Di sisi kanan dan kiri keduanya, terlihat para menteri koordinator.

Evaluasi Kinerja dan Arahan Strategis

Taklimat awal tahun yang disampaikan Prabowo diawali dengan penayangan video perkembangan kerja Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Perbaikan Jembatan selama setahun pemerintahan berjalan. “Mengawali taklimat awal tahun atas izin Bapak Presiden kami tayangkan video perkembangan satgas jembatan di satu minggu pertama 2026, satgas ini tidak hanya membangun jembatan di daerah bencana tapi juga di seluruh pelosok Indonesia,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy.

Prabowo menjelaskan alasan di balik pengumpulan anggota kabinet dalam retret tersebut. “Hari ini saya sengaja mengundang Saudara-saudara berkumpul di Hambalang di Padepokan Garuda Yaksa untuk memberi taklimat awal tahun 2026. Pertimbangan saya kumpulkan adalah, pertama, untuk kita evaluasi kerja kita tahun lalu,” kata Prabowo.

Selain evaluasi, Prabowo juga menekankan pentingnya memberikan arahan di tengah dinamika kondisi global yang bergejolak. “Selanjutnya kita memahami kondisi bangsa kita di tengah dinamika dan gejolak dunia, dan selanjutnya kita melihat ke depan tahun ini langkah langkah apa yang harus kita laksanakan, sasaran apa yang harus kita capai,” tambahnya.

Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan cobaan, termasuk serangkaian bencana di tiga provinsi di Sumatera, serta beberapa wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan daerah lainnya. Namun, ia menekankan bahwa setiap ujian justru menegaskan kekuatan bangsa. “Jadi, saudara-saudara, kita hadapi itu dan dengan kita hadapi itu kita memahami benar bahwa sesungguhnya negara kita memiliki kekuatan dan negara kita telah mampu dan terus-menerus membuktikan kepada rakyat kita, dan diri kita sendiri,” ujarnya.

“Kepada elite kita bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia punya kekuatan. Kita memahami itu dan kita terus membuktikan di tahun 2025 dan akan kita buktikan di tahun 2026 ini,” lanjut Prabowo, penuh keyakinan.

Prabowo ‘Colek’ Ketua Umum Partai Koalisi

Di penghujung taklimat sesi terbuka, Prabowo sempat mengecek kehadiran para ketua umum partai koalisi pendukung pemerintah, sekaligus meyakinkan bahwa koalisinya masih solid. “Saudara-saudara, banyak sekali yang kita akan review, tapi saya kira taklimat yang selanjutnya sebaiknya kawan-kawan media kita istirahat dulu. Kalau perlu mungkin makan dan minum kopi sambil saya memberi petunjuk-petunjuk yang lebih rinci. Jadi ada hal-hal yang boleh terbuka, tapi ada hal-hal yang sebaiknya kita simpan dulu,” jelasnya.

Saat meminta persetujuan anggota kabinet, Prabowo berkelakar, “Bagaimana? Setuju? Kok nggak semangat setujunya, setuju?” yang dijawab kompak “Setuju” oleh para menteri. “Ha-ha-ha… biasa itu di DPR,” timpal Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu kemudian mengabsen seluruh ketua umum partai koalisinya. “Tapi di sini koalisi kita kuat kan? Ketua partai ada semua ya? Ada,” ujarnya. Ia bahkan memanggil Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan berkelakar, “Ketua PKB ada? PKB ini harus diawasi terus ini.”

Mureks