Dua orang tewas dan tiga lainnya luka-luka setelah sebuah mobil Mazda CX-5 terlibat tabrak lari di Jalan Tanah Sereal IV, Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat (2/1/2026) dini hari. Insiden maut ini berlanjut dengan pengejaran massa hingga mobil tersebut terserempet kereta api di perlintasan Mangga Dua, Jakarta Utara, sebelum akhirnya pengemudi diamuk warga.
Kasus ini menjadi sorotan setelah mobil hitam tersebut menabrak sejumlah sepeda motor dan seorang pejalan kaki sekitar pukul 02.20 WIB. Bukannya berhenti, pengemudi mobil justru melarikan diri, memicu amarah massa yang kemudian mengejar kendaraan tersebut.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Kronologi Kejadian Maut
Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani, mobil Mazda CX-5 itu melaju ke arah Jakarta Utara setelah insiden tabrak lari. “Penabrak gunakan mobil Mazda lari ke wilayah Jakut dikejar massa, melawan arus, terobos palang pintu kemudian tersenggol kereta, kemudian diamuk massa,” jelas AKBP Ojo Ruslani pada Jumat (2/1/2026).
Mobil tersebut akhirnya terserempet kereta api di perlintasan KA Mangga Dua, Jakarta Utara, sekitar pukul 02.35 WIB. Setelah kejadian itu, pengemudi mobil yang sempat melarikan diri dari tanggung jawab langsung menjadi sasaran amuk massa yang telah mengejarnya.
Dua korban jiwa dalam kecelakaan di Tambora adalah Satrio (16), pengemudi motor Honda PCX, dan Valentino (19), penumpang motor yang nomor polisinya belum diketahui. Satrio meninggal di lokasi kejadian dan langsung dibawa ke RSUD Tangerang, sementara Valentino meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Tarakan.
Selain korban meninggal, tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka adalah Rai Nazril Jibran (17), pengemudi motor, Alfinza (16), penumpang motor, serta seorang pejalan kaki, M Devran (10). Ketiganya kini dirawat intensif di RSUD Tarakan dengan luka di bagian tangan, kaki, hingga kepala.
Dua Sopir Terlibat, Satu Melarikan Diri
Penyelidikan polisi mengungkap fakta mengejutkan bahwa ada dua orang yang sempat bergantian mengemudi mobil Mazda CX-5 tersebut. Sopir pertama yang terlibat tabrak lari di Tanah Sereal, Tambora, melarikan diri setelah kejadian, sementara sopir kedua berinisial JC mengambil alih kemudi.
“Penabrak orang di Tanah Sereal bukan JC, tapi rekannya JC,” ungkap Ojo Ruslani. Informasi ini, menurut Mureks, diperoleh setelah pihak kepolisian menginterogasi saksi-saksi yang berada di dalam mobil tersebut.
“Saya barusan interogasi saksi yang ada dalam mobil Mazda yang saat ini masih diamankan di Unit Laka Jakarta Utara,” imbuhnya.
AKBP Ojo menambahkan bahwa sopir pertama melarikan diri saat terjadi pergantian kemudi. “Sedang kita cari, karena lari saat bergantian mengemudi antara temennya JC dengan JC,” ujarnya. JC mengambil alih kemudi karena merasa kurang yakin dengan rekannya setelah insiden tabrak lari tersebut. “Karena kurang yakin JC kepada temannya, karena habis menabrak itu maka kemudi diambil alih oleh JC,” sambungnya.
Polisi juga telah melakukan pengecekan terhadap penumpang mobil Mazda CX-5 dan hasilnya dinyatakan nihil alkohol maupun narkoba. Hingga Sabtu (3/1/2026), polisi masih terus memburu sopir pertama yang melarikan diri untuk dimintai pertanggungjawaban atas insiden maut ini.






