Berita

Narapidana di Lapas Atambua, Tolitoli, dan Wahai Giat Panen Sayur hingga Produksi VCO di Awal 2026

Awal 2026 menjadi saksi geliat program ketahanan pangan di berbagai lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada panen sayuran, tetapi juga upaya menjaga komoditas vital seperti jagung dari ancaman cuaca ekstrem.

Program ketahanan pangan merupakan bagian dari penjabaran Asta Cita Presiden, yang kemudian diimplementasikan melalui 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Menurut Agus, lahan sisa di kompleks lapas memiliki potensi besar untuk mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan produktivitas warga binaan. Mureks mencatat bahwa program ini telah menunjukkan hasil nyata di beberapa lapas, seperti Lapas Kelas IIB Atambua, Lapas IIB Tolitoli, dan Lapas Kelas III Wahai.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Panen Sawi dan Produksi VCO di Lapas Atambua

Di Lapas Kelas IIB Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (3/1/2026), petugas bersama empat narapidana sukses memanen 250 kilogram sawi. Kegiatan budidaya sawi ini digarap selama kurang lebih satu bulan.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir, menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam proses budidaya hingga panen, termasuk kondisi cuaca panas dan kekurangan air. Solusi yang diterapkan adalah pembuatan sistem drainase yang baik.

Mureks