Nasional

Meutya Hafid: Jabar Digital Ecosystem Terus Jalan, Dorong Startup ‘Bangkit Bersama’

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengembangkan Jabar Digital Ecosystem. Penegasan ini disampaikan Meutya di tengah tantangan berat yang dihadapi ekosistem startup sepanjang tahun 2025.

Jabar Digital Ecosystem merupakan sistem terintegrasi dan terpusat yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sistem ini bertujuan untuk pengelolaan, keterbukaan, standardisasi, serta kemudahan akses data pemerintahan. Cakupannya meliputi berbagai platform digital seperti Open Data Jabar, Satu Peta Jabar, dan platform data lainnya, yang mendukung pengambilan kebijakan dan pelayanan publik yang efisien melalui Jabar Digital Service.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Tantangan dan Momentum Kebangkitan Startup

Meutya menyampaikan, Jabar Digital Ecosystem secara resmi diluncurkan pada 27 September 2025. Mureks mencatat bahwa inisiatif ini baru berjalan sekitar tiga bulan, namun ia memastikan akan terus berlanjut.

“Tahun 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan, bukan hanya bagi startup di Indonesia, tetapi juga di kawasan ASEAN. Namun ini justru menjadi momentum untuk bangkit bersama,” ujar Meutya dalam acara Jabar Ecosystem Report di Garuda Spark, Bandung, Selasa (06/01/2026).

Ia menegaskan, tantangan ke depan tidak akan semakin mudah. Oleh karena itu, pelaku ekosistem digital didorong untuk memiliki tekad kuat agar dapat tumbuh bersama, bukan hanya sekadar bertahan. Melalui Jabar Digital Ecosystem, pemerintah berharap tercipta ruang kolaborasi yang berkelanjutan antara startup, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya di Jawa Barat.

Ekosistem Digital: Kolaborasi Tanpa Senioritas

Meutya juga menekankan pentingnya semangat kolaborasi, kreativitas, dan kesetaraan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam acara tersebut, politikus Golkar ini mengaku terkesan dengan gagasan-gagasan kreatif yang muncul saat berdiskusi dengan sejumlah peserta. Menurutnya, ide-ide yang ditawarkan sangat beragam dan sebagian besar sudah siap untuk dikembangkan.

“Di ekosistem ini tidak ada yang merasa paling tinggi atau paling senior. Yang menentukan bukan siapa yang paling lama, tetapi kemauan untuk terus belajar dan berkembang,” kata Meutya.

Ia mengingatkan agar para pelaku ekosistem digital tidak terlalu bergantung pada arahan atau perhitungan semata. Meutya menegaskan bahwa pihak-pihak yang lebih dulu berkecimpung di dunia digital memiliki tanggung jawab untuk membantu generasi baru.

“Saya dan teman-teman yang sudah lebih dulu akan selalu siap membantu. Mudah-mudahan dari ruang ini bisa terlahir berbagai gagasan dan karya yang bermanfaat,” ucapnya.

Mureks