Nasional

Menjelajahi Jejak Sejarah Tanjungbalai: Dari Permukiman Nelayan Hingga Penetapan Hari Jadi Kota

Tanjungbalai, sebuah kota di pesisir Sumatra Utara, dikenal kaya akan sejarah dan nilai budaya. Berawal dari permukiman nelayan sederhana di tepian Sungai Asahan, kota ini kini menjelma menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial yang penting. Artikel ini akan menelusuri jejak sejarah Tanjungbalai, dari asal-usulnya hingga penetapan hari jadinya yang unik.

Jejak Awal dan Pengaruh Kesultanan Asahan

Sejarah awal Kota Tanjungbalai tak lepas dari peran Kesultanan Asahan yang telah berdiri sekitar empat abad silam. Menurut pantauan Mureks, perkembangan kota ini bermula dari Kampung Tanjung, sebuah permukiman strategis di ujung muara Sungai Asahan yang telah lama menjadi jalur perdagangan vital. Hal ini diperkuat oleh catatan dalam buku Tanjungbalai Kota Batuah karya Dr. H. Waris Tholib dan Dr. Mailin.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Asal-usul Nama ‘Tanjungbalai’

Nama ‘Tanjungbalai’ diyakini merupakan perpaduan dari dua kata: ‘tanjung’, merujuk pada daratan yang menjorok ke air, dan ‘balai’, yang berarti bangunan pertemuan atau pusat aktivitas masyarakat. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada tahun 1620, sebuah balai telah berdiri di sekitar ujung muara Sungai Silau dan aliran Sungai Asahan. Lokasi ini kemudian dikenal sebagai Kampung Tanjung atau “Balai di Tanjung”, yang seiring waktu berevolusi menjadi nama ‘Tanjungbalai’ yang kita kenal sekarang.

Tanjungbalai: Dari Perkampungan Nelayan Menuju Simpul Ekonomi

Pada mulanya, Kota Tanjungbalai berkembang sebagai perkampungan nelayan dan pelabuhan kecil di sekitar muara Sungai Asahan. Buku Tanjungbalai Kota Batuah oleh Dr. H. Waris Tholib dan Dr. Mailin menguraikan bahwa pada tahun 1620, Kampung Tanjung yang berlokasi di ujung muara Sungai Silau dan aliran Sungai Asahan, mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Posisi geografis yang strategis dan geliat aktivitas perdagangan yang kian ramai, mendorong Tanjungbalai untuk bertransformasi menjadi simpul ekonomi lokal yang penting.

Penetapan Hari Jadi Kota Tanjungbalai: Mengenang Sejarah Penting

Tanggal 27 Desember secara resmi ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Tanjungbalai. Penetapan ini, sebagaimana dijelaskan dalam laman resmi Kota Tanjungbalai, didasarkan pada dua peristiwa historis krusial. Pertama, bertepatan dengan hari mangkatnya Sultan Iskandar Muda, Sultan Kerajaan Aceh yang merupakan ayahanda Sultan Abdul Jalil. Kedua, momen penobatan Sultan Abdul Jalil sebagai raja pertama Kerajaan Asahan pada tanggal 27 Desember 1620.

Peristiwa-peristiwa tersebut dinilai memiliki keterkaitan historis yang kuat dengan perjalanan awal wilayah Tanjungbalai serta dinamika kekuasaan di pesisir timur Sumatra. Atas dasar pertimbangan sejarah yang mendalam, tanggal 27 Desember kemudian diresmikan sebagai hari lahir Kota Tanjungbalai melalui Surat Keputusan DPRD Kotamadya Tanjungbalai Nomor 4/DPRD/TB/1986, yang diterbitkan pada 25 November 1986.

Kearifan Lokal: Pilar Keharmonisan Tanjungbalai

Di samping kekayaan sejarahnya, Tanjungbalai juga dikenal akan kekuatan kearifan lokal yang mengakar kuat. Masyarakat kota ini secara turun-temurun menjaga keharmonisan dalam keberagaman, melalui warisan nilai dan tradisi yang tetap lestari hingga kini.

Peran Aktif Masyarakat dalam Menjaga Toleransi

Masyarakat Tanjungbalai, Mureks mencatat bahwa, dikenal aktif dalam membangun toleransi dan kebersamaan. Hal ini terwujud melalui kehidupan sosial yang rukun, saling menghormati antar komunitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat yang secara konsisten memperkuat ikatan sosial. Informasi ini juga diulas dalam buku Tanjungbalai Kota Batuah karya Dr. H. Waris Tholib dan Dr. Mailin.

Tradisi dan Budaya yang Terus Dilestarikan

Berbagai tradisi adat, mulai dari perayaan hari besar hingga kegiatan budaya lokal, terus dipertahankan dan dihidupkan. Tradisi-tradisi ini tidak hanya menjadi ciri khas kota, tetapi juga berfungsi sebagai sarana efektif untuk mempererat hubungan antarwawarga, sekaligus menjaga identitas Tanjungbalai agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

Kesimpulan

Perjalanan sejarah Tanjungbalai merefleksikan adaptasi sebuah kota yang panjang, namun tak pernah melupakan akar budayanya. Penetapan hari jadi Kota Tanjungbalai menjadi tonggak penting dalam penguatan identitas daerah. Dengan nilai kearifan lokal yang terus terjaga, Tanjungbalai membuktikan diri bukan sekadar kota tua, melainkan pusat budaya yang hidup dan dinamis.

Mureks