Marbot memegang peranan vital dalam dinamika kehidupan masjid dan kelancaran pelaksanaan ibadah umat Islam. Keberadaan mereka tidak hanya sebatas membantu mengurus masjid, tetapi juga memastikan berbagai aktivitas keagamaan dapat berjalan dengan baik dan nyaman bagi para jamaah.
Artikel ini akan mengupas tuntas definisi marbot, serangkaian tugas yang diemban, serta bagaimana perspektif hukum Islam memandang peran penting marbot masjid di tengah masyarakat, sebagaimana pantauan Mureks pada Kamis, 08 Januari 2026.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Definisi dan Landasan Hukum Marbot dalam Islam
Dalam perspektif Islam, marbot diartikan sebagai individu yang diberi amanah untuk memelihara, membersihkan, dan mengelola kebutuhan operasional masjid sehari-hari. Mereka bertanggung jawab memastikan seluruh urusan teknis dan fisik masjid berfungsi optimal, sehingga jamaah dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk.
Tugas marbot memiliki landasan hukum yang kuat dalam Islam. Penelitian Ridhaya Islahuddin yang berjudul Peran Marbot Masjid dalam Pelaksanaan Ibadah Harian, menguraikan bahwa peran ini didukung oleh prinsip menjaga fasilitas umum dan memfasilitasi ibadah. Hal ini selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang menekankan pentingnya kebersihan dan pengelolaan tempat ibadah, menjadikan peran marbot dipandang mulia karena kontribusinya terhadap kemaslahatan umat.
Tugas dan Peran Krusial Marbot dalam Keseharian Masjid
Setiap hari, marbot menjalankan serangkaian tugas rutin yang esensial. Aktivitas tersebut meliputi membersihkan area dalam dan luar masjid, menyiapkan peralatan shalat, serta memastikan ketersediaan air wudhu. Selain itu, marbot juga bertanggung jawab memantau kebutuhan logistik masjid dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Seluruh upaya ini bertujuan menciptakan suasana masjid yang bersih, sehat, dan nyaman bagi para jamaah. Lebih dari sekadar tugas teknis, marbot juga mengemban peran sosial dan keagamaan yang signifikan. Dalam studi kasus di Masjid Taqwa Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu, marbot aktif memastikan pelaksanaan salat lima waktu berjalan lancar dan membantu jamaah yang membutuhkan, seperti menyiapkan kursi untuk lansia atau mengatur pengeras suara. Peran ini menegaskan bahwa kehadiran marbot sangat mendukung kelangsungan ibadah di masjid.
Kriteria dan Implikasi Sosial Peran Marbot
Tidak sembarang orang dapat mengemban amanah sebagai marbot. Umumnya, individu yang terpilih adalah mereka yang memiliki kedisiplinan, kejujuran, dan komitmen tinggi terhadap kebersihan serta ibadah. Marbot juga diharapkan mampu berkomunikasi secara efektif dengan jamaah dan pengurus masjid, memastikan tugas dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan diterima oleh lingkungan masjid.
Pada praktiknya, marbot di Masjid Taqwa Jembatan Kecil Bengkulu telah membuktikan peran strategisnya dalam mendukung aktivitas keagamaan. Mereka tidak hanya membersihkan dan merawat fasilitas, tetapi juga aktif mendampingi kegiatan sosial dan keagamaan, seperti pengajian dan pembagian takjil. Mureks mencatat bahwa dedikasi ini memperkuat posisi marbot sebagai penggerak komunitas.
Peran sentral marbot dalam menjaga keberlangsungan dan kebersihan masjid, serta memperkuat pelaksanaan ibadah harian, baik dari sisi teknis maupun sosial, tidak bisa diabaikan. Dalam hukum Islam, tugas marbot sangat dihargai karena sejalan dengan upaya menjaga fasilitas ibadah umat.
Implikasi sosial dari peran marbot melampaui sekadar petugas kebersihan; mereka adalah penggerak aktivitas keagamaan dan sosial di lingkungan masjid. Oleh karena itu, peningkatan penghargaan terhadap marbot menjadi krusial agar mereka semakin termotivasi dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Referensi penulisan: kumparan.com






