Presiden Venezuela Nicolas Maduro secara tegas membantah tuduhan narkoterorisme dalam sidang di pengadilan federal New York, Amerika Serikat, pada Senin (5/1). Dalam persidangan tersebut, Maduro menyatakan dirinya tidak bersalah atas dakwaan yang dialamatkan kepadanya.
“Saya tidak bersalah, saya tidak bersalah,” ujar Maduro, seperti dilaporkan media AS dan dikutip dari AFP, Selasa (6/1). Ia juga mengklaim telah “diculik” dari Venezuela untuk menghadapi persidangan ini. “Saya masih presiden negara saya,” tambahnya.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Istri Maduro, Cilia Flores, yang turut didakwa dalam kasus serupa, juga menyatakan tidak bersalah di hadapan hakim. Mureks mencatat bahwa dakwaan terhadap Maduro mencakup tuduhan memberikan dukungan signifikan terhadap perdagangan narkoba skala besar, termasuk keterlibatan dengan Kartel Sinaloa dan geng Tren de Aragua.
Jaksa penuntut menuduh Maduro mengatur jalur penyelundupan kokain, memanfaatkan militer untuk melindungi pengiriman narkoba, serta melindungi kelompok bersenjata. Selain itu, ia dituding menggunakan fasilitas kepresidenan untuk distribusi narkotika. Dakwaan ini diperbarui pada Sabtu (3/1) untuk memasukkan Cilia Flores, yang dituduh ikut memerintahkan penculikan dan pembunuhan.






