Sebuah patung macan putih di Kediri mendadak viral di media sosial. Bukan karena kemegahannya, melainkan bentuknya yang dianggap unik, bahkan disamakan dengan kuda nil dan zebra. Fenomena ini, yang awalnya memicu ejekan, justru berbalik menjadi daya tarik utama, mengubah lokasi patung menjadi pusat keramaian dan spot favorit untuk berswafoto.
Sejak keviralan patung tersebut, banyak warga dari berbagai daerah, termasuk Surabaya, sengaja menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengabadikan momen bersama patung yang disebut-sebut memiliki wajah menggemaskan ini. Keramaian yang tak terduga ini menciptakan suasana layaknya pasar kaget di sekitar area patung.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, mengungkapkan bahwa fenomena viral ini membawa dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakatnya. Peningkatan jumlah pengunjung secara drastis telah memicu pertumbuhan pesat sektor perdagangan lokal.
“Awalnya mungkin sekitar 10 pedagang, sekarang setiap hari bertambah. Bisa lebih dari 100 pedagang yang berjualan di sekitar situ,” terang Safi’i saat dihubungi pada Sabtu (3/1/2026), seperti yang Mureks mencatat bahwa peningkatan ini terjadi dalam waktu singkat.
Tidak hanya makanan dan minuman, kreativitas warga juga muncul dalam bentuk cendera mata unik. Kaos sablon bergambar patung macan putih “kuda nil” menjadi salah satu produk yang laris manis diburu pengunjung. Barang-barang ini menjadi suvenir khas yang dicari wisatawan.
Salah seorang pedagang, Ningrum, mengaku terkejut dengan antusiasme pembeli yang membeludak, bahkan sejak dini hari. “Saya baru kok mbak. Coba jualan di sini karena ramai ya. Bahkan subuh aja sudah banyak yang foto-foto,” ujar Ningrum.
Ningrum menambahkan bahwa permintaan terhadap kaos sablonnya sangat tinggi. “Ini bawa sedikit soalnya cuma buat contoh. Tapi langsung banyak yang pesen. Ini tadi baru masuk lagi 50 pesanan buat tanggal 25 dari pemerintah sini,” imbuhnya, menunjukkan adanya dukungan dan pesanan dari pihak pemerintah setempat.
Kisah patung macan putih ini menjadi contoh bagaimana sebuah fenomena viral, meskipun berawal dari ejekan, dapat bertransformasi menjadi berkah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.






