Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan komitmennya dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Pada tahun 2026, Kemensos berencana membangun 204 titik Sekolah Rakyat baru yang ditargetkan mampu menampung hingga 45.000 siswa dari keluarga kurang beruntung.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan hal ini usai agenda Doa Awal Tahun di Kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/1/2026). Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan berkualitas, atau yang disebut sebagai the invisible people.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
“Alhamdulillah dalam tahun 2025 sampai tahun 2026, tahun ajaran 2025-2026 ini sudah beroperasi Sekolah Rakyat di 166 titik. Lebih dari 15.000 siswa berada di sana mengikuti proses pembelajaran,” ujar Gus Ipul.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa penambahan 204 titik baru tersebut akan dilakukan secara bertahap. Sebanyak 104 titik sekolah permanen telah mulai dibangun pada tahun ini (2025), dan 100 titik lainnya akan menyusul pada tahun 2026. “104 titik sekolah permanen mulai dibangun tahun ini, dan tahun 2026 ini pula ditambah 100 lagi. Kira-kira sampai tahun 2027 ini, kalau lancar ada 200,” jelasnya.
Dengan penambahan ini, total kapasitas Sekolah Rakyat diharapkan dapat mencapai 45.000 siswa pada tahun ajaran 2026-2027, termasuk siswa yang telah terdaftar saat ini. Setiap sekolah permanen dirancang untuk menampung sekitar 300 siswa, dengan masing-masing 100 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Program Sekolah Rakyat ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan upaya pemberdayaan ekonomi keluarga. “Jadi sekolah rakyat tidak berdiri sendiri tapi bagian dari pengentasan kemiskinan. Ada dua jalur: jalur siswa, putra-putrinya mendapatkan pendidikan di Sekolah Rakyat, dan orang tuanya serta keluarganya mendapatkan pemberdayaan. Diharapkan nanti anaknya lulus, kemudian keluarganya juga naik kelas,” tambah Gus Ipul.
Langkah ini merupakan implementasi dari mandat khusus Presiden Republik Indonesia kepada Kementerian Sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Mureks merangkum, inisiatif ini menunjukkan fokus pemerintah pada investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia untuk memutus rantai kemiskinan.






