Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho memastikan kondisi lalu lintas di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, tetap lancar selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kelancaran ini terjaga meskipun tingkat hunian hotel di wilayah tersebut mengalami peningkatan signifikan.
“Ada peningkatan kunjungan, okupasi hotel juga naik, tetapi tidak ada kemacetan,” ujar Irjen Agus kepada wartawan di Pos Gadog, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (2/1/2026).
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Rekayasa Lalu Lintas Efektif Urai Kepadatan
Irjen Agus menjelaskan, kepadatan arus kendaraan berhasil diurai berkat penerapan skema rekayasa lalu lintas yang efektif, seperti sistem satu arah (one way) dan pengalihan arus. Menurutnya, langkah-langkah ini terbukti menjadi solusi yang tepat untuk mengelola volume kendaraan yang tinggi.
“Jadi kepadatan yang sudah kita kelola dengan rekayasa lalu lintas baik itu alih arus dan one way. Ini solusi yang bagus,” tegasnya.
Mureks mencatat bahwa strategi rekayasa lalu lintas ini telah menjadi andalan Korlantas Polri dalam menghadapi lonjakan volume kendaraan di Puncak, terutama saat musim liburan panjang.
Evaluasi Puncak Arus Kunjungan dan Balik
Meski situasi terkendali, Irjen Agus menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk mengantisipasi kepadatan di masa mendatang. Dari catatannya, jumlah kunjungan ke Puncak selalu meningkat tajam saat akhir pekan.
Puncak arus libur Nataru di kawasan Puncak terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025, dengan jumlah kendaraan yang melintas mencapai 32.510 unit. Puncak kedua tercatat pada Sabtu, 27 Desember 2025, dengan 32.267 kendaraan.
“Jadi tentunya ini bisa menjadi evaluasi ke depan kita konsentrasi pada hari-hari itu, hari Sabtu, weekend, dikaitkan dengan pelaksanaan Operasi Natal dan Tahun Baru,” kata Irjen Agus.
Sementara itu, arus balik tertinggi dari Puncak menuju Jakarta terjadi pada Minggu, 21 Desember 2025, dengan 33.690 kendaraan melintas. Lonjakan arus balik kedua dari Puncak juga terjadi sepekan kemudian.
“Dan arus balik yang kedua dari Puncak menuju ke bawah itu di tanggal 27 Desember sejumlah 32.667. Artinya bahwa situasi tempat wisata khususnya Gadog dan beberapa tempat tadi kami monitor lewat CCTV di kilometer 49 cukup terkendali,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan Mureks, keberhasilan pengelolaan lalu lintas ini menunjukkan koordinasi yang baik antara petugas di lapangan dan pemanfaatan teknologi pemantauan.
Oleh karena itu, Irjen Agus menyimpulkan bahwa fokus petugas dan rekayasa lalu lintas harus lebih diintensifkan pada akhir pekan. Ia kembali menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas seperti one way sangat efektif untuk mengatasi kepadatan di Puncak.






