Nasional

Jusuf Kalla: “Kebersihan untuk Kembali ke Rumah” Jadi Fokus PMI di Sumatera

Palang Merah Indonesia (PMI) menargetkan pembersihan lumpur dan lingkungan di wilayah terdampak bencana di Sumatera dan Aceh rampung sebelum bulan suci Ramadan. Langkah ini diambil agar warga dapat segera kembali ke rumah masing-masing dan mengurangi jumlah pengungsi.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa fokus utama pengiriman bantuan kali ini adalah kebersihan lingkungan, khususnya rumah-rumah warga yang terdampak lumpur pascabencana. “Nah inilah kebutuhan kita agar masyarakat, temanya ialah kebersihan agar kembali ke rumah. Kebersihan untuk kembali ke rumah, itu temanya. Dan itu harus selesai sebelum Ramadan. Kita butuh waktu sebulan ini untuk bersihkan karena itu banyak sekali,” kata Jusuf Kalla saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/1).

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Strategi Pembersihan dan Pembagian Peran

Jusuf Kalla menjelaskan, pembersihan rumah menjadi kunci utama agar warga tidak terus bertahan di pengungsian. Menurutnya, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan berfokus membersihkan jalan dan fasilitas umum. Sementara itu, PMI mengambil peran vital dalam membersihkan rumah-rumah warga.

“Itulah pengirimannya sesuai dengan temanya tadi, kebersihan untuk kembali ke rumah. Karena itu satu-satunya cara agar pengungsi berkurang. Dan pemerintah akan… kita sudah bicara BNPB, pemerintah yang membersihkan jalan atau tempat umum,” ujarnya.

Mantan Wakil Presiden ini menambahkan, “PMI itu membersihkan rumah, rumah-rumah. Puluhan ribu rumah harus dibersihkannya. Pengungsinya harus kerja, masyarakat harus kerja tapi kita menyiapkan peralatannya.”

Bantuan Logistik Skala Besar

Bantuan PMI mulai dimuat ke atas kapal milik Kalla Lines di Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat (2/1). Seluruh logistik dijadwalkan diberangkatkan pada Sabtu (3/1) menggunakan jalur laut menuju daerah terdampak. Total bantuan yang dikirim mencapai sekitar 2.500 hingga 2.600 ton, menurut Mureks.

Peralatan yang diberangkatkan meliputi:

  • 41 unit mini ekskavator
  • 200 unit jet cleaner atau alat semprot air bertekanan tinggi
  • 20 ribu cleaning kit
  • 20 ribu pacul
  • 20 ribu sekop

Peralatan ini bertujuan untuk mempercepat proses pembersihan lumpur dan sisa material bencana yang menumpuk.

Pentingnya Pasokan Air Bersih

Untuk mendukung pembersihan rumah, PMI juga mengirimkan puluhan tangki air, tepatnya 30 unit. Jusuf Kalla menekankan bahwa air menjadi kebutuhan utama karena lumpur tidak bisa dibersihkan hanya dengan peralatan manual.

“Kenapa contohnya juga dulu kita punya 60 tangki air untuk mengantar air bersih, sekarang kita kirim 30 untuk pembersihan rumah. Karena rumah, masjid, tempat ibadah tidak bisa dibersihkan hanya dengan cangkul. Harus dengan air dulu,” jelasnya.

PMI berharap dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan, seluruh wilayah terdampak sudah bersih sehingga warga bisa kembali ke rumah. Pengiriman kali ini merupakan tahap lanjutan setelah kapal bantuan pertama diberangkatkan dua minggu sebelumnya, guna mendukung pemulihan dan rehabilitasi pascabencana di Sumatera dan Aceh.

Mureks