Berita

Irjen Agus Suryonugroho: “Rekayasa Lalin Solusi Bagus Atasi Kepadatan Puncak”

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho meninjau langsung situasi rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (2/1/2026) sore. Dalam tinjauannya, Irjen Agus menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas merupakan solusi efektif untuk mengatasi kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.

Irjen Agus menjelaskan, puncak arus kendaraan menuju Puncak sempat terjadi dua kali. Pertama pada Sabtu, 20 Desember 2025, dengan 32.510 kendaraan melintas. Puncak kepadatan kedua tercatat pada Sabtu, 27 Desember 2025, dengan 32.267 kendaraan.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

“Jadi tentunya ini bisa menjadi evaluasi ke depan kita konsentrasi pada hari-hari itu, hari Sabtu, weekend, dikaitkan dengan pelaksanaan Operasi Natal dan Tahun Baru,” kata Irjen Agus kepada wartawan di Pos Gadog, Bogor.

Mureks mencatat bahwa arus balik tertinggi dari Puncak menuju Jakarta terjadi pada Minggu, 21 Desember 2025, dengan 33.690 kendaraan. Sepekan kemudian, arus ke bawah dari Puncak juga mengalami lonjakan signifikan.

“Dan arus balik yang kedua dari Puncak menuju ke bawah itu di tanggal 27 Desember sejumlah 32.667. Artinya bahwa situasi tempat wisata khususnya Gadog dan beberapa tempat tadi kami monitor lewat CCTV di kilometer 49 cukup terkendali,” ujarnya.

Untuk itu, Irjen Agus menekankan pentingnya fokus petugas dan rekayasa lalu lintas pada akhir pekan. Menurutnya, sistem one way atau satu arah terbukti sangat efektif dalam mengurai kepadatan di Puncak.

“Ada peningkatan kunjungan, okupasi hotel juga naik, tetapi tidak ada kemacetan. Jadi kepadatan yang sudah kita kelola dengan rekayasa lalu lintas baik itu alih arus dan one way. Ini solusi yang bagus,” ungkapnya, mengakhiri tinjauan.

Mureks