Nasional

Menkes Budi Gunadi Sadikin Pastikan Hanya Empat Puskesmas di Aceh Belum Beroperasi Pasca Bencana, Terkendala Lumpur Tebal

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melaporkan bahwa dari ratusan fasilitas kesehatan yang terdampak bencana di Sumatera dan Aceh, kini hanya tersisa empat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang belum kembali beroperasi. Kondisi ini menjadi fokus utama penanganan sektor kesehatan pascabencana.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkes Budi saat ditemui bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (2/1/2026).

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Pemulihan Rumah Sakit dan Puskesmas Terdampak

Budi menjelaskan, bencana tersebut awalnya berdampak pada 87 rumah sakit di tiga provinsi, dengan sembilan di antaranya sama sekali tidak dapat beroperasi. “Itu dalam waktu 2 minggu, bantuan semua pihak bisa beroperasi semua,” kata Budi, mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam pemulihan cepat tersebut.

Situasi serupa juga terjadi pada puskesmas. Dari 867 puskesmas yang terdampak, lebih dari 180 unit sempat tidak dapat beroperasi sama sekali. Namun, berkat upaya pemulihan yang masif, jumlah tersebut kini menyusut drastis.

“Alhamdulillah bantuan semua teman-teman, sekarang sudah tinggal 4 yang belum beroperasi,” lanjut Budi, menunjukkan progres signifikan dalam penanganan fasilitas kesehatan primer.

Empat Puskesmas Terkendala Akses dan Lumpur Tebal

Empat puskesmas yang masih belum beroperasi tersebut berada di wilayah terpencil Aceh. Menkes Budi merinci lokasi-lokasi tersebut: “Satu Rusip Antara, itu di Aceh Tenggara. Kemudian kita ada di Lokop, itu bener-bener hancur di Aceh Timur. Ada di Jamnur Laklak, itu di Aceh, sorry tadi rusip antara di Aceh tengah, Jambur Lak Lak itu di Aceh Tenggara. Dan ada yang di Bireuen 1,” jelasnya.

Menurut pantauan Mureks, kendala utama pemulihan empat puskesmas ini adalah akses yang sulit serta tumpukan lumpur tebal yang mencapai satu meter di dalam ruangan. Kondisi ini menghambat proses pembersihan dan perbaikan.

Untuk mengatasi masalah lumpur tebal, Menkes Budi berharap dapat memanfaatkan alat berat berukuran kecil. “Ini 4 ini belum karena memang ininya masih tinggi. Lumpurnya masih tinggi. Jadi saya lihat Pak (Jusuf Kalla) JK itu punya alat keduk yang ekskavator tapi kecil,” ucapnya.

Dengan bantuan ekskavator kecil tersebut, Budi optimistis keempat puskesmas ini dapat segera pulih. “Mudah-mudahan seminggu lagi bisa selesai lah yang 4 itu,” tutupnya, menargetkan seluruh fasilitas kesehatan dapat kembali melayani masyarakat dalam waktu dekat.

Mureks