Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpeluang melemah pada perdagangan saham perdana tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat, 2 Januari 2026. Potensi pelemahan ini didorong oleh sentimen negatif dari pasar regional, sebagaimana diungkapkan oleh riset PT Samuel Sekuritas Indonesia.
Menurut Mureks, sentimen negatif dari pasar regional menjadi salah satu pemicu utama potensi pelemahan IHSG. Pada Jumat pagi, indeks Kospi di Korea Selatan terpantau merosot 0,37 persen, memberikan indikasi tekanan yang sama di pasar Asia.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Skenario Pergerakan IHSG dan Level Kritis
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memaparkan beberapa skenario pergerakan IHSG untuk perdagangan hari ini. Dalam skenario terbaik (biru), IHSG telah menyelesaikan wave [iv] dari wave 5, sehingga berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji rentang 8.730-8.905.
Namun, Herditya mengingatkan bahwa ada dua skenario lain (hitam dan merah) yang menunjukkan IHSG masih rawan terkoreksi dahulu. Ia menambahkan, pada perdagangan saham Jumat pekan ini, IHSG berada di level support 8.525 dan 8.493, serta level resistance 8.656 dan 8.714.
Rekomendasi Saham Pilihan Analis
Head of Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, merekomendasikan beberapa saham untuk perdagangan hari ini. Berikut adalah daftar saham pilihan beserta ide trading-nya:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Spec Buy dengan area beli di 362-366, cutloss di bawah 360. Target dekat di 370-374.
- PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI): Buy on Weakness dengan area beli di 252-256, cutloss di bawah 248. Target dekat di 264-268.
- PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET): Buy if Break 770 dengan target dekat di 785-800. Jika break di atas 800, potensi naik ke 855-900. Cutloss di bawah 740.
- PT Timah Tbk (TINS): Spec Buy dengan area beli di 3100-3110, cutloss di bawah 3040. Target dekat di 3150-3180.
- PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR): Spec Buy dengan area beli di 388-392, cutloss di bawah 386. Target dekat di 398-410.
- PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA): Buy on Weakness dengan area beli di 1640-1660, cutloss di bawah 1625. Target dekat di 1700-1720.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham.
Kinerja IHSG pada Penutupan Akhir Tahun 2025
Mureks mencatat bahwa pada penutupan perdagangan akhir tahun 2025, Selasa, 30 Desember 2025, IHSG berhasil ditutup di zona hijau. Indeks menguat terbatas 0,03 persen ke posisi 8.646,93, dengan sektor saham consumer siklikal memimpin kenaikan.
Namun, indeks saham LQ45 justru melemah 0,64 persen ke posisi 846,57. Pada perdagangan hari itu, IHSG bergerak di level tertinggi 8.663,66 dan level terendah 8.584,86. Sebanyak 346 saham menguat, 317 saham melemah, dan 146 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 2.607.631 kali dengan volume 39,5 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 20,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.755.
Sektor Saham: Consumer Siklikal Pimpin Kenaikan
Dari 11 sektor saham yang diperdagangkan pada 30 Desember 2025, enam sektor terpantau menguat. Sektor saham consumer siklikal mencatat kenaikan terbesar sebesar 3,03 persen. Disusul oleh sektor infrastruktur yang bertambah 2,04 persen, sektor keuangan menanjak 0,97 persen, sektor consumer nonsiklikal mendaki 0,51 persen, sektor properti bertambah 0,36 persen, dan sektor industri naik 0,19 persen.
Sebaliknya, lima sektor saham mengalami koreksi. Sektor kesehatan merosot 1,53 persen, menjadi koreksi terbesar. Kemudian sektor basic susut 1,17 persen, sektor teknologi melemah 0,98 persen, sektor energi terpangkas 0,19 persen, dan sektor transportasi susut 0,11 persen.
Investor ‘Wait and See’ Jelang Libur Panjang
Pengamat pasar modal, Reydi Octa, menjelaskan bahwa investor cenderung menerapkan strategi wait and see pada hari terakhir perdagangan 2025. Hal ini dikarenakan banyak investor yang tidak ingin memegang posisi melewati masa libur panjang, khawatir akan adanya kejutan atau sentimen negatif selama liburan.
“Sehingga jika investor portofolionya sudah ada keuntungan, investor bisa mengunci keuntungannya terlebih dahulu lalu mulai buyback pada awal tahun,” kata Reydi.
Ia juga menambahkan bahwa adanya ex date dividen dari saham BBRI dan ADRO pada hari tersebut turut menghambat pergerakan IHSG.






