Keuangan

Menjelajahi Ramalan Tahun Kuda Api 2026: Bisnis dan Profesi Mana yang Diprediksi Meraup Keuntungan?

Tahun 2026, yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api, diprediksi akan membawa semangat dan harapan baru, khususnya dalam aspek keuangan dan kondisi ekonomi. Tahun ini disebut-sebut sebagai momentum yang tepat untuk mencapai kemajuan dan kesuksesan, didorong oleh pengaruh elemen api yang kuat.

Ramalan Shio dan Elemen Dominan di Tahun Kuda Api

Menurut Suhu Hong Xiang Yi, seorang pakar Feng Shui, beberapa shio akan memiliki peruntungan yang lebih baik sepanjang tahun ini. Shio-shio tersebut meliputi Macan, Ular, Kuda, Kambing, dan Anjing. Sementara itu, shio lainnya mungkin perlu bekerja lebih keras untuk meraih kesuksesan yang diinginkan.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

“Kuda api, kuda sendiri itu api, elemennya juga api. Jadi api itu mencapai puncaknya, sehingga menimbulkan angin dan menjatuhkan air. Jadi permasalahan yang berhubungan dengan air akan sering terjadi pada tahun 2026 ini,” kata Xiang Yi kepada Mureks, Jumat (2/1/2026).

Xiang Yi melanjutkan penjelasannya mengenai dampak elemen api terhadap individu. Ia menyebutkan bahwa orang-orang yang dalam tanggal lahirnya menyukai elemen api akan cenderung memiliki keberuntungan yang lebih baik. Sebaliknya, mereka yang menyukai elemen logam dan air diprediksi akan mengalami tingkat keberuntungan yang lebih rendah.

“Jadi orang-orang yang misalnya di dalam tanggal lahirnya menyukai api, itu tentu akan lebih bagus. Sementara yang menyukai logam dan air, keberuntungannya akan lebih rendah,” sambungnya.

Sektor Bisnis dan Profesi yang Diprediksi Bersinar

Dalam konteks bidang usaha, Xiang Yi menyoroti sifat penerangan yang melekat pada elemen api. Ini mengindikasikan bahwa bisnis atau sektor yang berkaitan dengan kecerdasan dan teknologi memiliki potensi untuk lebih makmur sepanjang Tahun Kuda Api ini.

“Karena api itu memberikan penerangan, jadi semua yang menyangkut penerangan, yang menyangkut kecerdasan, yang menyangkut teknologi, yang menyangkut hal-hal yang berkembang dengan cepat, itu akan lebih bagus,” ujarnya.

Mureks mencatat bahwa contoh bisnis yang diprediksi akan berkembang pesat termasuk elektronik, perkembangan kecerdasan buatan (AI), dan media. Sektor media, khususnya, dianggap relevan karena menyangkut kecerdasan dan mengimplementasikan berbagai pemikiran, penulisan, serta perwujudan gambar ke dalam kehidupan nyata.

“Seperti elektronik, perkembangan AI segala macam sekarang kan sudah mulai timbul dan ramai dipakai orang, dan itu akan berkembang dengan cepat. Media itu termasuk dengan api karena menyangkut kecerdasan. Jadi, media itu mengimplementasikan berbagai pemikiran, penulisan, dan perwujudan gambar segala macam ke dalam kehidupan nyata,” terang Xiang Yi.

Di sisi lain, bidang usaha di luar kategori tersebut cenderung menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat. Sektor yang bergerak di elemen tanah, seperti properti, diprediksi akan berkembang seperti biasa, atau bahkan sedikit melambat, namun tidak serta-merta merosot.

“Soal yang lain-lainnya hanya mengalir saja. Sedangkan berhubungan dengan tanah, seperti properti, dia akan berkembang sebagaimana biasanya kalau kita tidak mau mengatakan agak lambat,” tutur Xiang Yi.

Serupa dengan bisnis, profesi yang mengandalkan kecerdasan juga diperkirakan akan lebih diuntungkan dibandingkan pekerjaan yang banyak melibatkan fisik. Namun, Xiang Yi memilih untuk tidak menjelaskan secara lebih spesifik jenis-jenis profesi yang akan berkembang atau stagnan.

“Orang-orang yang bekerja dengan menggunakan kecerdasan, dengan menggunakan otaknya, itu cenderung akan terdukung oleh perkembangan tahun. Tetapi pekerjaan-pekerjaan yang kaku, yang bisa dilakukan oleh semua orang, itu cenderung kurang,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa terlalu spesifik dalam ramalan makro dapat meningkatkan risiko ketidakakuratan. Oleh karena itu, fokus pada dua dimensi utama (bisnis dan profesi berbasis kecerdasan/teknologi vs. lainnya) dianggap lebih bijak.

“Kita tidak bisa, tidak bijak kalau kita terlalu spesifik karena itu adalah suatu perkembangan yang makro, yang sangat umum. Jadi nilai kesalahannya (tidak akurat) itu sangat tinggi. Lebih bagus kita hanya mengkatalkan pada dua dimensi itu saja,” tambah Xiang Yi.
Mureks