Keuangan

Bulog Pastikan Lanjutkan Pembelian Gabah Satu Harga Rp 6.500/Kg di 2026, Ada Syarat Baru

Direktur Utama PT Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengumumkan bahwa pihaknya akan melanjutkan kebijakan pembelian gabah kering panen (GKP) dengan harga tunggal Rp 6.500 per kilogram pada tahun 2026. Kebijakan ini, yang sebelumnya telah diterapkan sepanjang tahun 2025, merupakan mandat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Nomor 257/TS.03.03/K/9/2025 tertanggal 18 September 2025.

“Ke depan yang beli semua Bulog dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu per kilonya adalah Rp 6.500,” kata Rizal dalam konferensi pers laporan tahunan Bulog di kantornya, Jakarta, pada Jumat (2/1/2026).

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Meski demikian, Rizal menjelaskan bahwa ada catatan penting terkait pembelian gabah satu harga ini, berdasarkan hasil diskusi dengan para pemangku kepentingan di pemerintahan. Ke depan, pembelian GKP satu harga hanya akan berlaku untuk gabah yang sudah memasuki usia panen yang tepat.

Pentingnya Usia Panen untuk Kualitas Gabah

Menurut Rizal, penetapan syarat usia panen ini didasari pengalaman pada tahun 2025. Saat itu, Bulog mendapati beberapa petani memanen padinya lebih awal dari seharusnya, hanya karena tetangga mereka sudah lebih dulu panen. Mureks mencatat bahwa fenomena ini sering terjadi di kalangan petani.

“Kadang-kadang mohon maaf nih saudara-saudara kita karena petani kan tetangganya sudah panen nih, eh beliau belum panen kalau belum waktunya umurnya sudah cukup sudah dipanen duluan,” ujar Rizal.

Untuk memastikan pesan ini sampai ke seluruh petani, Bulog akan gencar mensosialisasikannya melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) hingga Babinsa di berbagai daerah.

Purnawirawan Jenderal TNI Angkatan Darat itu menegaskan, pembelian gabah yang telah mencapai masa panen diharapkan dapat menghasilkan beras dengan kualitas terbaik. Jika gabah dipanen sebelum waktunya, kualitasnya akan menurun drastis.

“Kalau belum cukup usia panen dipaksa nanti gabahnya banyak pecah-pecah, banyak yang rusak kemudian dan tidak bisa tahan lama,” tutur Rizal.

Membahagiakan Petani dan Menghindari Tengkulak

Rizal menambahkan, salah satu alasan utama kebijakan pembelian gabah satu harga ini dilanjutkan pada tahun 2026 adalah keinginan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Sebelum kebijakan ini diterapkan, petani seringkali kesulitan dan kebingungan dalam menjual hasil panen mereka, yang kerap membuat mereka terpaksa berurusan dengan tengkulak.

“Itu untuk membahagiakan para petani ya. Jadi petani itu semua berasnya kita serap ya,” pungkas Rizal, memastikan bahwa Bulog akan menyerap seluruh hasil panen petani sesuai harga yang ditetapkan.

Mureks