Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan rencana transformasi Bulog menjadi badan otonom yang akan bertanggung jawab langsung kepada presiden. Wacana perubahan status ini, menurut Rizal, segera memasuki tahap kepastian setelah pembahasan intensif di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Rizal menjelaskan, diskusi mengenai skema kelembagaan baru Bulog ini tengah berlangsung bersama Komisi IV dan Komisi VI DPR RI. “Jadi teman-teman mohon waktu dan sabar saja insyaallah dalam waktu dekat akan segera ada kepastian,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Bulog, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Transformasi ini diharapkan dapat mengembalikan peran strategis Bulog seperti era kepemimpinan Bustanil Arifin pada 1978 hingga 1993. Pada periode tersebut, Bulog mengelola beragam komoditas pangan, tidak hanya beras, tetapi juga minyak goreng, telur, gula, tepung, daging, dan kebutuhan pokok lainnya.
Mantan Jenderal TNI Angkatan Darat itu menyebut, Presiden Prabowo Subianto memiliki keinginan agar Bulog kembali memainkan peran sentral tersebut. “Jadi harapannya Bulog menjadi sesuai dengan keinginan presiden,” kata Rizal.
Ia menambahkan, kemandirian Bulog berarti kemampuan untuk mengelola sendiri berbagai komoditas. “Namanya mandiri itu kan kita harus pegang sendiri beras, minyak, gula tepung, apa, telur, dan sebagainya daging, harus kita pegang sendiri. Jangan dipegang orang lain. Itu namanya mandiri. Harapannya Bulog seperti itu,” tegas Rizal.
Saat ini, pemerintah memiliki Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. Bapanas memegang mandat ketersediaan serta stabilisasi pasokan dan harga pangan, mencakup komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, hingga daging ayam. Rizal tidak menjelaskan apakah Bulog kelak akan menggantikan atau berintegrasi dengan lembaga yang sudah ada ini.
Gagasan menjadikan Bulog sebagai badan otonom ini pertama kali muncul pada November 2024. Saat itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memimpin rapat lintas kementerian untuk membahas perubahan kelembagaan Bulog.
Menurut Zulkifli Hasan, Bulog perlu dilepaskan dari fungsi komersialnya. Menurut Mureks, orientasi laba kerap menjadi hambatan dalam penyerapan hasil panen petani. “Kalau komersial, nanti beli jagung rakyat, beli gabah, itu kadang-kadang hitung-hitungan, Bulog ini untung apa rugi. Kalau rugi diperiksa, ya susah. Sudah disepakati tadi, yang penting lembaganya akan ada perubahan,” jelas Zulkifli Hasan di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Kamis, 21 November 2025.






