Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengungkapkan kontribusi pasar saham terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Angka tersebut melonjak dari 56% pada akhir 2024 menjadi 72% pada akhir 2025.
Meski demikian, Mahendra mengakui bahwa kontribusi ini masih berada di bawah sejumlah negara di kawasan Asia. “Sekalipun demikian, angka itu masih berada di bawah negara-negara di kawasan kita. Seperti India 140%, Thailand 101%, dan Malaysia 97% dari PDB mereka masing-masing,” ujar Mahendra dalam sambutannya pada acara pembukaan perdagangan perdana pasar modal Indonesia 2026, Jumat (2/1/2026).
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Menurut Mahendra, peningkatan kontribusi pasar modal terhadap PDB ini mengindikasikan besarnya potensi pengembangan pasar modal nasional di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa ruang pertumbuhan masih terbuka lebar jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia.
Kinerja Pasar Modal dan Dominasi Investor Ritel
Sejalan dengan itu, Mahendra memaparkan bahwa berbagai indikator kinerja pasar modal Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang baik sepanjang 2025, selaras dengan kinerja perekonomian nasional. “Selaras dengan kinerja perekonomian nasional berbagai indikator kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang baik,” kata Mahendra.
Mureks mencatat bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup tahun 2025 di level 8.646,94, menguat 22,13% sepanjang tahun. Namun, ia menambahkan, masih ada ruang untuk perbaikan, salah satunya terlihat dari kinerja indeks LQ45 yang hanya tumbuh 2,41%, jauh di bawah kenaikan IHSG.
Selain itu, porsi transaksi investor ritel mengalami peningkatan pesat. Berdasarkan data terakhir, porsi ini naik dari 38% pada akhir 2024 menjadi 50%, dengan komposisi investor yang didominasi oleh generasi Y dan Z.
BEI Targetkan Masuk Top 10 Bursa Dunia
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan untuk masuk ke jajaran 10 bursa terbesar dunia dalam lima tahun ke depan. Target ambisius ini akan dicapai melalui penguatan fondasi pasar modal nasional, sebagaimana tertuang dalam Master Plan BEI 2026–2030.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menjelaskan bahwa pengembangan tersebut diarahkan untuk membangun pasar modal yang semakin inovatif, transparan, inklusif, serta memiliki keterhubungan global. Ia berharap upaya ini dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui Master Plan BEI 2026-2030, kami menetapkan tujuan besar pada tahun 2030, yaitu membangun pasar modal Indonesia yang semakin inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global. Harapannya Indonesia dapat masuk ke jajaran Top 10 Bursa Dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi, sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional,” kata Iman dalam sambutannya pada acara pembukaan perdagangan perdana pasar modal Indonesia 2026, Jumat (2/1/2026).
Untuk mendukung target jangka panjang tersebut, BEI juga menetapkan sejumlah asumsi dan sasaran untuk tahun 2026. Dari sisi transaksi, Bank Indonesia mengasumsikan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) pada 2026 sebesar Rp 15 triliun. Sementara dari sisi pencatatan, BEI menargetkan total 555 pencatatan efek sepanjang 2026, termasuk 50 saham baru.
Target Penambahan 2 Juta Investor Baru
Selain itu, BEI juga menargetkan pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia dengan menambah 2 juta investor baru pada tahun 2026. Penambahan ini akan dilakukan melalui pemanfaatan berbagai kanal distribusi informasi.
Iman Rachman menegaskan, pencapaian visi jangka panjang tersebut sangat memerlukan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan pasar modal. “Kami percaya agar terwujud visi ini dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder, untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan agar Master Plan BEI 2026-2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasar modal Indonesia,” pungkasnya.






