Bek tangguh Manchester City, Josko Gvardiol, mengungkapkan sisi lain dari pelatihnya, Josep Guardiola. Menurut Gvardiol, obsesi sang manajer terhadap sepak bola begitu mendalam, bahkan hingga 24 jam sehari. Mentalitas ini, diakuinya, telah menular dan mengubah pendekatannya dalam mempersiapkan diri sebelum pertandingan.
Transformasi mentalitas ini mulai dirasakan Gvardiol sejak ia bergabung dengan Manchester City pada Agustus 2023. Kini, ia siap menghadapi serangkaian tantangan berat di awal tahun 2026, termasuk laga krusial di Premier League.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Dedikasi Total Guardiola yang Menginspirasi
Guardiola dikenal luas sebagai pelatih yang sangat perfeksionis, terutama dalam meracik taktik timnya. Dedikasi total yang ditunjukkan sang manajer membuat Gvardiol merasa sangat kagum dan terinspirasi. Ia menyaksikan langsung bagaimana Pep mempersiapkan setiap pertandingan dengan analisis yang sangat mendalam, nyaris seperti investigasi forensik.
“Dia hidup untuk olahraga ini, dan dia hidup 24 jam memikirkan semua yang terjadi di sini di tempat latihan,” ujar Gvardiol, menggambarkan intensitas kerja Guardiola.
Obsesi yang Menular hingga ke Alam Bawah Sadar
Kebiasaan analisis mendalam yang ditunjukkan Guardiola ternyata tidak hanya memengaruhi Gvardiol di lapangan, tetapi juga meresap hingga ke kehidupan pribadinya. Bek berusia 23 tahun itu kini sering memikirkan berbagai skenario pertandingan, bahkan saat hendak beristirahat di rumah. Hal ini membuatnya selalu siaga untuk mengevaluasi performa dirinya sendiri setiap saat.
“Juga terkadang saat saya di rumah, saya berpikir ‘apa yang bisa saya lakukan lebih baik, apa yang bisa saya lakukan untuk bersiap besok?’,” ungkap Gvardiol. Ia menambahkan, “Ketika saya pergi tidur terkadang, saya memikirkan skenario di kepala saya dan saya sangat bersyukur bisa bekerja dengannya.”
Peningkatan Performa Berkat Bimbingan Intensif
Kerja keras dan obsesi terhadap detail ini telah membuahkan hasil manis bagi Gvardiol, termasuk empat trofi bergengsi yang diraih Manchester City. Ia merasa level permainannya meningkat pesat berkat bimbingan intensif dari Guardiola. Penjelasan detail dari sang pelatih menjadi kunci utama dalam perkembangan kariernya.
“Energi yang dimilikinya dan cara dia mendekati setiap pertemuan serta bagaimana dia memberikan waktu maksimalnya… itu sangat menarik bagi saya,” puji Gvardiol. “Saya pikir juga dalam dua setengah tahun terakhir, dia banyak membantu saya dan saya juga telah banyak berkembang,” imbuhnya.
Menghadapi Tantangan Angker di Stadium of Light
Ujian berat menanti Manchester City di awal tahun 2026. Mereka akan bertandang ke markas Sunderland, Stadium of Light, pada Jumat, 2 Januari 2026. Mureks mencatat bahwa The Black Cats memiliki rekor kandang yang mengerikan, belum terkalahkan di musim ini. Gvardiol sangat mewaspadai energi militan yang dimiliki oleh tim tuan rumah.
“Kami tahu ini tidak akan mudah – saya telah melihat begitu banyak pertandingan mereka bermain di kandang dan betapa bagusnya mereka,” tegas Gvardiol. “Mereka sangat mengejutkan saya – mereka melakukannya dengan sangat baik; Anda bisa merasakan energi yang mereka miliki saat kami melawan mereka,” lanjutnya.
Pertarungan Mental Demi Puncak Klasemen
Manchester City wajib meraih kemenangan demi menempel ketat Arsenal di puncak klasemen sementara Premier League. Gvardiol menyebut laga ini bukan sekadar adu fisik, melainkan juga pertarungan mental. Skuad City harus bermain di level tertinggi selama 90 menit penuh untuk mengamankan poin penuh.
“Kami perlu menganalisis mereka lagi – ini akan menjadi permainan yang hebat, permainan yang menarik untuk ditonton dan permainan pikiran saat memainkannya,” tutup Gvardiol.






