Nasional

Dr. Ngabila: “Super Flu Melumpuhkan”, Ini Beda Gejala dengan Flu Biasa yang Perlu Diwaspadai

Jumat, 02 Januari 2026, sebanyak 62 kasus Super Flu atau infeksi influenza A (H3N2) telah terdeteksi di Indonesia. Kondisi ini memicu pertanyaan di masyarakat mengenai perbedaan Super Flu dengan flu biasa yang sering dialami. Mureks mencatat bahwa perbedaan mendasar ini penting untuk dipahami agar penanganan yang tepat dapat dilakukan.

Ahli Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia (UI) sekaligus Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama, MKM., menjelaskan bahwa meskipun sama-sama disebut flu, tingkat keparahan, penyebab, dan dampaknya terhadap tubuh sangat berbeda.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Apa Itu Flu Biasa?

Menurut dr. Ngabila, flu biasa umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti rhinovirus, coronavirus non-COVID, dan adenovirus. Infeksi ini cenderung menyerang hidung dan tenggorokan, serta menimbulkan gejala yang relatif ringan.

“Flu biasa ditandai dengan pilek, bersin, batuk ringan, sakit tenggorokan, demam ringan atau bahkan tanpa demam, serta badan yang terasa agak pegal,” kata dr. Ngabila.

Dalam kondisi normal, flu biasa dapat sembuh sendiri dalam kurun waktu 3 hingga 5 hari. Penderita masih mampu beraktivitas sehari-hari meskipun mungkin merasa sedikit tidak nyaman.

Mengenal Super Flu: Gejala Lebih Berat dan Komplikasi Serius

Berbeda jauh dengan flu biasa, istilah Super Flu digunakan secara awam untuk menggambarkan kondisi flu dengan gejala yang jauh lebih berat dan melumpuhkan. Kondisi ini umumnya merujuk pada infeksi influenza A atau B yang lebih agresif, infeksi campuran, atau flu yang menyerang saat daya tahan tubuh sedang menurun.

Dr. Ngabila menjelaskan, Super Flu bersifat sistemik dan menyerang seluruh tubuh. “Seluruh badan ‘kena’, jauh lebih melumpuhkan,” tegasnya.

Gejala Super Flu yang Perlu Diwaspadai

Gejala Super Flu sangat khas dan lebih parah dibandingkan flu biasa. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Demam tinggi mendadak dengan suhu di atas 38,5 derajat Celsius.
  • Nyeri otot berat hingga badan terasa remuk.
  • Sakit kepala hebat.
  • Batuk kering yang kuat.
  • Lemas ekstrem hingga penderitanya sulit bangun dari tempat tidur.

“Super Flu juga bisa disertai mual, muntah, atau diare,” tambah dr. Ngabila.

Dari sisi durasi, Super Flu cenderung berlangsung lebih lama, yakni sekitar 7 hingga 14 hari. Kondisi ini juga berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru (pneumonia) dan sinusitis berat, terutama pada kelompok rentan. Kelompok rentan tersebut meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta atau komorbiditas.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau dokter apabila mengalami gejala Super Flu yang disebutkan di atas. Penanganan medis yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, terutama bagi kelompok rentan.

Mureks