Jalan RE Martadinata, yang berada tepat di depan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, tergenang air setinggi 10 sentimeter pada Jumat (2/1/2026) siang. Genangan ini merupakan dampak dari fenomena banjir rob yang melanda wilayah pesisir utara Jakarta.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi kondisi tersebut. “Jalan tergenang terdapat satu ruas jalan. Ketinggian 10 cm,” kata Yohan, menjelaskan situasi terkini.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Menurut Yohan, genangan air ini dipicu oleh pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee. Kombinasi faktor-faktor astronomis ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum, yang kemudian menyebabkan banjir pesisir atau rob.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok sendiri telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob ini sejak akhir Desember 2025. Peringatan tersebut menyoroti kemungkinan peningkatan pasang air laut di wilayah pesisir utara Jakarta.
Dampak dari fenomena ini juga terlihat pada peningkatan status Pintu Air Pasar Ikan. Mureks mencatat bahwa pintu air tersebut sempat mencapai level Siaga 1 atau Bahaya pada Jumat pukul 08.00 WIB, yang turut berkontribusi pada terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta.
Menyikapi kondisi ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personelnya. “BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas,” tegas Yohan.
Genangan serupa di Jalan RE Martadinata juga sempat terjadi sebelumnya, seperti yang terekam pada Senin (8/12/2025), menunjukkan bahwa wilayah ini rentan terhadap dampak banjir rob.






