Saham Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) menjadi sorotan para investor seiring proyeksi pertumbuhan signifikan di sektor kecerdasan buatan (AI). Perusahaan semikonduktor ini diposisikan untuk memanfaatkan potensi pasar AI yang diperkirakan mencapai US$1 triliun pada tahun 2030.
Namun, di balik prospek cerah tersebut, valuasi saham AMD saat ini dinilai sudah terlalu tinggi, menimbulkan pertanyaan mengenai potensi keuntungan lebih lanjut bagi investor.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Potensi Pertumbuhan dan Target Margin
Menurut analisis terbaru, AMD menargetkan ekspansi margin keuntungan bersih yang substansial. Margin laba bersih diproyeksikan meningkat dari 19% pada tahun fiskal 2025 menjadi 26-27% dalam lima tahun ke depan. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan di segmen AI dan peningkatan pangsa pasar.
Valuasi Tinggi dan Persaingan Ketat
Meskipun perkiraan pertumbuhan laba per saham (EPS) dan penjualan yang kuat, rasio harga terhadap pendapatan (P/E) AMD saat ini berada di angka 56 kali. Angka ini, bersama dengan rasio harga terhadap pertumbuhan (PEG) sebesar 1,59 kali, menunjukkan bahwa potensi kenaikan harga saham mungkin sudah tercermin dalam harga saat ini.
Selain premi valuasi P/E, persaingan yang semakin ketat dari pemain besar seperti NVIDIA dan penyedia layanan hyperscale turut menambah ketidakpastian terhadap potensi keuntungan investasi. Pantauan Mureks mencatat bahwa dinamika pasar semikonduktor untuk AI sangat kompetitif, dengan inovasi yang terus-menerus menjadi kunci.
Dengan demikian, meskipun AMD memiliki posisi yang kuat untuk mengkapitalisasi pasar AI yang masif, investor perlu mempertimbangkan dengan cermat antara prospek pertumbuhan yang menjanjikan dan valuasi saham yang sudah tinggi, serta tantangan persaingan yang ada.






