Keuangan

Amman Mineral Internasional Tahan 105,8 Juta Saham Buyback, Sinyal Tunggu Momentum Pasar

Emiten pertambangan, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), memilih untuk menahan seluruh saham hasil pembelian kembali (buyback) yang telah diselesaikan pada tahun 2025. Langkah ini diambil alih-alih segera mengalihkan kembali saham-saham tersebut ke pasar, mengindikasikan strategi menunggu momentum pasar yang lebih optimal.

Berdasarkan pantauan Mureks dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, hingga akhir Desember 2025, sebanyak 105,8 juta saham hasil buyback masih sepenuhnya disimpan oleh perseroan. Keputusan ini mencerminkan kehati-hatian manajemen AMMN di tengah kondisi pasar saham yang masih berfluktuasi.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Dalam laporan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat bahwa hingga 31 Desember 2025, belum ada realisasi pengalihan satu pun saham treasuri. Pengalihan ini bisa dilakukan melalui pasar reguler maupun mekanisme lainnya.

Proses buyback saham AMMN sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 30 April 2025. Perseroan kemudian menyelesaikan pembelian kembali saham pada 31 Juli 2025, dengan harga rata-rata buyback sebesar Rp 7.450 per saham.

Saham hasil buyback tersebut seharusnya wajib dialihkan kembali dalam jangka waktu tertentu. Namun, hingga akhir 2025, laporan perseroan menunjukkan bahwa seluruh 105.803.800 saham masih tercatat sebagai sisa saham yang belum dialihkan, sehingga sepenuhnya berstatus saham treasuri.

Apa Itu Saham Treasuri?

Saham treasuri adalah saham milik perusahaan yang sebelumnya telah beredar di publik, kemudian dibeli kembali oleh perusahaan itu sendiri (buyback) dan belum dialihkan kembali ke pasar atau kepada pihak lain.

Pergerakan Saham AMMN dan Struktur Kepemilikan

Pada perdagangan Kamis, 08 Januari 2026 siang, saham AMMN bergerak menguat. Berdasarkan data BEI, harga saham AMMN berada di level Rp 8.225 per saham, naik 250 poin atau 3,13 persen. Sepanjang sesi pertama, saham AMMN bergerak fluktuatif dan sempat menyentuh area Rp 8.275.

Dari sisi struktur kepemilikan, AMMN ditopang oleh pemegang saham pengendali. Berikut adalah komposisi kepemilikan saham AMMN:

  • PT Sumber Gemilang Persada: sekitar 23,33 miliar saham (32,174 persen)
  • PT Medco Energi Internasional Tbk: 15,17 miliar saham (20,915 persen)
  • Masyarakat non-warkat: 13,55 miliar saham (18,689 persen)
  • PT AP Investment: 11,20 miliar saham (15,45 persen)
  • PT Pesona Sukses Cemerlang: 6,286 persen
  • Sajir 9 LLC: sekitar 5,34 persen
  • Saham treasuri: 105,80 juta saham (sekitar 0,146 persen)

Profil Bisnis Amman Mineral Internasional

Amman Mineral Internasional merupakan perusahaan holding yang bergerak di bidang eksplorasi, pengembangan, penambangan, pemrosesan, hingga pengolahan dan pemurnian mineral di Indonesia. Melalui entitas anaknya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, perseroan mengoperasikan tambang tembaga dan emas Batu Hijau.

Tambang Batu Hijau berlokasi di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan dikenal sebagai salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia. Tambang ini menghasilkan konsentrat tembaga berkadar tinggi, serta mengandung emas dan perak sebagai mineral ikutan. Produk konsentrat tersebut menjadi bahan baku yang sangat diminati oleh smelter di berbagai negara.

Mureks mencatat bahwa secara kumulatif hingga 31 Desember 2022, tambang Batu Hijau telah memproduksi sekitar 9.400 juta pon (Mlbs) tembaga dan 9,5 juta ons (Moz) emas. Capaian produksi ini memperkuat posisi Amman Mineral sebagai salah satu pemain utama di industri pertambangan nasional.

Mureks