Sosok konglomerat Samsudin Andi Arsyad, yang lebih dikenal dengan sapaan Haji Isam, kini memiliki kekayaan mencapai ratusan triliun rupiah. Kekayaan pengusaha asal Kalimantan Selatan ini melonjak signifikan seiring dengan naiknya harga saham perusahaan publik yang dimilikinya, serta ekspansi bisnis ke berbagai sektor, termasuk yang terbaru di bursa kripto.
Menurut pantauan Mureks, harta Haji Isam yang terikat secara langsung maupun tidak langsung melalui PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) tercatat sebesar Rp 30,97 triliun. Sementara itu, harta keluarga Haji Isam yang terikat secara tidak langsung melalui PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) mencapai Rp 67,54 triliun. Terakhir, hartanya yang terikat di PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) melalui kepemilikan tidak langsung senilai Rp 2,79 triliun.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Secara total, kekayaan Haji Isam yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari perusahaan publik saja telah mencapai Rp 101,3 triliun, atau lebih dari US$ 6,1 miliar. Angka ini belum termasuk kepemilikan saham di sejumlah perusahaan non-publik lainnya.
Perjalanan Bisnis dari Nol hingga “Crazy Rich Batulicin”
Haji Isam dikenal sebagai sosok sentral di Kalimantan, khususnya wilayah selatan pulau, yang berhasil membangun perusahaannya dari nol. Pengusaha yang dijuluki “Crazy Rich Batulicin” ini tergolong orang kaya baru di abad ini, bahkan diketahui memiliki pesawat jet pribadi yang pernah memboyong penceramah Zakir Naik ke Indonesia.
Meskipun membesarkan bisnis di Kalimantan Selatan, keluarga Haji Isam berasal dari sebuah desa di Bone, Sulawesi Selatan, daerah etnis Bugis. Majalah Tempo (08/04/2018) menyebutkan, Haji Isam memulai kejayaannya sebagai pedagang tembakau yang merantau ke Kalimantan Selatan, kemudian menjadi supir pengangkut kayu. Pada tahun 2001, ia mulai mengenal penambang batu bara lokal bernama Johan Maulana dan belajar cara mengelola pertambangan.
Setelah menimba ilmu dari Johan Maulana, Haji Isam mampu melebarkan sayap bisnisnya. Ia menjadi kontraktor pelaksana di PT Arutmin Indonesia, salah satu anak usaha Bumi Resources (BUMI) milik keluarga Bakrie, melalui bendera CV Jhonlin Baratama.
Gurita Bisnis Jhonlin Group
Jhonlin Group (JG) merupakan induk perusahaan dari beberapa unit usaha di berbagai bidang. Mengutip situs Jhonlin Agromandiri, unit usaha JG mencakup:
- Pertambangan
- Jasa pelabuhan
- Jasa transportasi udara (Jhonlin Air Transport, memiliki dua Fokker dan dua helikopter)
- Bongkar-muat di laut lepas
- Agrobisnis (Jhonlin Agromandiri)
- Jasa keamanan
- Infrastruktur dan manufaktur
Di bidang perkapalan, Jhonlin Marine membawahi armada 16 kapal tongkang pengangkut batu bara. Sementara itu, Jhonlin Agromandiri mengelola perkebunan kelapa sawit, pengolahan karet remah (Crumb Rubber), pabrik CPO (Crude Palm Oil), serta pabrik pengolahan wood pellet. Ketiga bidang usaha produksi ini didukung dengan perkebunan dan pembibitan milik sendiri untuk tanaman karet, sawit, serta tanaman kayu energi.
Perusahaan milik Haji Isam memiliki hamparan perkebunan yang sangat luas di Kalimantan. Jhonlin Agromandiri mengantongi izin Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan Sawit seluas 30.000 Ha dan izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) seluas 17.730 Ha. Selain itu, JA juga melakukan kerja sama konsesi lahan dengan total luas areal 140.995 ha, yang terdiri dari 41.425 Ha atas IUPHHK-HT, serta 99.570 Ha atas Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHK-HA) di Kalimantan Selatan. Areal tersebut ditanami dengan jenis tanaman pokok karet, serta tanaman kayu pertukangan dan energi sebagai penunjang sektor agribisnis Jhonlin Agromandiri.
Jhonlin Agro Raya juga mengelola Pabrik Biodiesel senilai Rp 2 triliun.
Ekspansi ke Pasar Modal dan Alat Berat
Jejak Haji Isam di pasar modal sudah terlihat sejak tahun 2020, meskipun secara tidak langsung. PT Pradiksi Gunatama (PGUN), yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan industri minyak kelapa sawit, melakukan penawaran perdana dan berhasil mengumpulkan dana publik Rp 103,50 miliar. Perusahaan perkebunan ini kini memiliki kapitalisasi pasar Rp 59,5 triliun.
Nama Haji Isam memang tidak muncul langsung di PGUN, melainkan dikuasai oleh dua anaknya, Liana Saputri dan Jhony Saputra. Prospektus IPO menyebutkan bahwa pengendali perusahaan adalah Liana Saputri, kakak kandung dari Jhony Saputra. Sebelum IPO, kakak beradik tersebut menguasai PGUN secara tidak langsung masing-masing 50%. Liana menjabat sebagai komisaris utama perusahaan, mengelola operasional dan bisnis.
Pada tahun 2024 lalu, Jhonlin Group juga memesan sebanyak 2.000 ekskavator dari SANY Group asal China, yang berfokus pada produksi alat berat. Penandatanganan pesanan internasional terbesar di dunia untuk ekskavator tersebut berlangsung pada Rabu (26/6/2024) dan ditandatangani langsung oleh pemilik Jhonlin Group, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Ribuan ekskavator itu nantinya akan digunakan dalam proyek-proyek pertanian di Indonesia. “Jhonlin Group akan terus mengembangkan proyek pertanian untuk mendukung pengembangan pertanian Indonesia,” demikian dikutip pada Jumat (28/6/2024).
Terbaru: Keterlibatan di Bursa Kripto ICEX
Terakhir, nama Haji Isam juga muncul pada bisnis kripto baru, PT Fortuna Integritas Mandiri, dengan merek International Crypto Exchange (ICEX). Bursa kripto ini didirikan oleh Pang Xue Kai, mantan CEO Tokocrypto. Selain Haji Isam, Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro, suami Ketua DPR RI Puan Maharani, juga terlibat dalam bisnis ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, membenarkan adanya pemberian izin atas bursa kripto tersebut. Keputusan pemberian izin usaha penyelenggara bursa aset keuangan digital, termasuk aset kripto, kepada PT Fortuna Integritas Mandiri dikeluarkan melalui keputusan KEP-2/D.07/2026, tanggal 5 Januari 2026. “Betul, sudah diterbitkan keputusan pemberian izin usaha penyelenggara bursa aset keuangan digital termasuk aset kripto kepada PT Fortuna Integritas Mandiri, melalui keputusan KEP-2/D.07/2026, tanggal 5 Januari 2026,” ungkap Hasan kepada CNBC Indonesia, Rabu (7/1/2026).
Pang Xue Kai, yang didapuk sebagai Presiden Direktur ICEX, sebelumnya telah mengumumkan pendirian bursa kripto ini melalui unggahan di akun LinkedIn miliknya. ICEX menargetkan pengembangan tokenisasi aset dunia nyata atau real world asset (RWA), layanan kustodian kripto, serta inisiatif stablecoin nasional. Bursa ini juga diposisikan sebagai self regulatory organization (SRO) dengan fungsi bursa, kliring, dan kustodian, layaknya Bursa Efek Indonesia maupun bursa global. ICEX diketahui berdiri pada tahun 2025 dan berkantor pusat di Equity Tower, Jakarta. Pengalaman Pang Xue Kai dalam membesarkan Tokocrypto hingga diakuisisi Binance disebut menjadi modal utama dalam membangun kredibilitas institusional ICEX.






