Keuangan

Harga Tembaga Dekati Rekor Tertinggi, Investor Global Gencar Borong Logam Industri di Tengah Kekhawatiran Pasokan

Harga tembaga dan sejumlah logam industri lainnya kembali menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan Jumat (9/1/2026). Kenaikan ini membawa harga tembaga mendekati rekor tertinggi yang sempat dicapai awal pekan ini, didorong oleh kekhawatiran pasokan yang semakin ketat dan meningkatnya minat investor terhadap komoditas esensial tersebut.

Menurut catatan Mureks, reli harga ini memperpanjang tren positif yang telah berlangsung selama empat minggu berturut-turut. Indeks LMEX, yang memantau enam logam dasar, berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan terpanjang sejak Agustus tahun lalu. Pada perdagangan Jumat, harga nikel, timah, dan tembaga masing-masing melonjak lebih dari 2 persen.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

Lonjakan harga tembaga dinilai sangat signifikan, dipicu oleh beberapa faktor utama. Kekhawatiran Washington akan memberlakukan tarif impor telah mendorong pengiriman tembaga dalam jumlah besar ke Amerika Serikat, yang secara tidak langsung memperketat stok di wilayah lain. Bersamaan dengan itu, serangkaian gangguan di tambang-tambang global dalam beberapa bulan terakhir semakin meningkatkan kekhawatiran bahwa pasokan tidak akan mampu mengimbangi permintaan yang terus meningkat.

Tembaga sendiri merupakan material krusial bagi elektrifikasi global, serta menjadi komponen vital dalam sektor manufaktur dan konstruksi. Permintaan yang tinggi untuk transisi energi dan pembangunan infrastruktur menjadi penopang utama harga komoditas ini.

Proyeksi Goldman Sachs dan Aksi Spekulatif

Goldman Sachs Group Inc. telah merevisi proyeksi harga tembaga untuk paruh pertama tahun ini, menaikkannya menjadi 12.750 dollar AS per ton. Namun, bank investasi tersebut juga memberikan pandangan bahwa harga tembaga berpotensi melemah pada paruh kedua tahun ini. Hal ini disebabkan oleh keengganan pembeli fisik di China untuk membayar harga yang berlaku saat ini.

“Arus masuk investor telah menambahkan premi kelangkaan pada tembaga di tengah rendahnya persediaan di luar AS, karena ekspektasi tarif AS telah menarik logam ke Amerika Serikat,” tulis analis Goldman dalam catatan mereka. Meski demikian, Goldman menilai harga di atas 13.000 dollar AS per ton tidak akan bertahan lama, dengan implementasi tarif disebut “kemungkinan menandai berakhirnya penimbunan stok di AS.”

Prospek pasar logam juga menjadi sorotan setelah Rio Tinto Group mengungkapkan tengah berdiskusi untuk mengakuisisi Glencore Plc. Jika terealisasi, langkah tersebut akan menciptakan perusahaan tambang terbesar di dunia dan menjadi transaksi terbesar dalam sejarah industri pertambangan.

Di sisi lain, aksi spekulatif di China turut mempercepat reli harga logam. Para trader dan dana bermodal besar dilaporkan memborong komoditas seperti tembaga, nikel, dan lithium, dengan open interest mencapai rekor pada enam logam dasar yang diperdagangkan di Shanghai.

Pergerakan Harga di London Metal Exchange

Pada perdagangan di London Metal Exchange (LME), harga tembaga naik 1,9 persen menjadi 12.964 dollar AS per ton pada pukul 12.20 waktu setempat. Aluminium menguat 1,7 persen, sementara harga nikel melonjak 2,5 persen ke level 17.550 dollar AS per ton, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam 19 bulan terakhir.

Mureks