Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengambil langkah proaktif dalam membendung paham radikalisme di lingkungan kampus. Melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI), UMS sukses menyelenggarakan Webinar Kuliah Umum bertema “Pendidikan Anti Radikalisme” pada Jumat, 2 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara daring via Zoom Meeting ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu Prof. Dr. Ustadi Hamsah, S.Ag., M.Ag., sebagai pakar eksternal, dan Dr. Imron, S.E., M.Si., dari internal UMS. Keduanya memaparkan materi krusial mengenai penguatan nilai toleransi, kebhinekaan, serta urgensi sikap kritis mahasiswa dalam menyikapi derasnya arus informasi di era digital.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Antusiasme Tinggi Mahasiswa UMS
Drs. Suyatmin Waskito Adi, M.Si., selaku Kasubdit Minat Bakat dan Organisasi Mahasiswa DKPTI UMS, melaporkan tingginya antusiasme peserta. Dari target 500 peserta, webinar ini berhasil menarik 497 mahasiswa dari 12 fakultas di lingkungan UMS.
“Penyelenggaraan webinar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan anti-radikalisme dalam membangun masyarakat akademik yang damai, kritis, dan toleran, khususnya di kalangan mahasiswa. Pendidikan ini dinilai strategis untuk menjaga iklim kampus yang kondusif dan inklusif,” ungkap Suyatmin.
Mureks mencatat bahwa tujuan utama kegiatan ini mencakup penguatan nilai toleransi dan kebhinekaan, melatih kemampuan berpikir kritis dan literasi digital, membangun karakter damai, menjaga persatuan bangsa, serta mempersiapkan generasi muda yang bertanggung jawab. Suyatmin juga menegaskan bahwa pendidikan anti-radikalisme tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap dan karakter mahasiswa.
Peran Perguruan Tinggi dalam Menangkal Radikalisme
Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menekankan bahwa tema anti-radikalisme sangat relevan dan strategis bagi perguruan tinggi. Menurutnya, UMS memiliki tanggung jawab moral untuk menumbuhkan pemikiran yang moderat, inklusif, dan mencerahkan di lingkungan kampus.
“Radikalisme sering berakar dari pemahaman yang sempit dan tertutup terhadap perbedaan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar mampu menyaring, menganalisis, dan memvalidasi informasi, terutama di tengah maraknya hoaks dan narasi provokatif di era digital,” papar Prof. Ihwan.
Ia juga mengapresiasi kinerja DKPTI UMS atas suksesnya acara ini dengan jumlah peserta yang signifikan, yang menurutnya mencerminkan kepedulian dan minat mahasiswa UMS terhadap isu kebangsaan dan perdamaian. Prof. Ihwan Susila secara resmi membuka Webinar Kuliah Umum Pendidikan Anti-Radikalisme UMS, berharap kegiatan ini dapat memperkuat karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan yang rahmatan lil ‘alamin, serta berkontribusi nyata bagi persatuan dan perdamaian bangsa.
Selain materi ilmiah yang mendalam, peserta webinar juga memperoleh berbagai manfaat, termasuk e-sertifikat yang dapat mendukung mata kuliah life skill, kesempatan membangun relasi, serta doorprize sebagai bentuk apresiasi dari panitia. Diskusi dan sesi tanya jawab selama webinar dipandu secara interaktif dan konstruktif oleh Dr. Saifuddin Zuhdi dari internal UMS sebagai moderator.






