Nasional

Gelombang Protes Ekonomi di Iran Berakhir Tragis: Enam Orang Tewas dalam Bentrokan

Enam orang dilaporkan tewas dalam bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan yang pecah di sejumlah kota di Iran pada Kamis (1/1/2026). Gelombang unjuk rasa ini dipicu oleh melambungnya harga kebutuhan pokok dan stagnasi ekonomi yang melanda negara tersebut.

Menurut laporan AFP, insiden maut tersebut terjadi setelah demonstrasi bermula pada Minggu (28/12/2025). Kala itu, para pemilik toko melakukan mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap kondisi ekonomi yang memburuk dan menyebar di Teheran.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur

Kantor berita Iran, Fars, melaporkan dua korban jiwa dalam bentrok antara pasukan keamanan dan demonstran di Kota Lordegan, Chaharmahal dan Bakhtiari. Tiga korban lainnya kemudian ditemukan tewas di Azna, sebuah kota dekat Provinsi Lorestan.

Para demonstran melancarkan aksi lempar batu ke berbagai bangunan pemerintah, termasuk kantor gubernur, masjid, alun-alun, bank, hingga Gedung Yayasan Martyr. Akibatnya, sejumlah bangunan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah. Petugas kepolisian merespons aksi ini dengan menembakkan gas air mata dan menahan sejumlah individu yang diidentifikasi sebagai pemimpin kelompok demonstran.

Di Azna, Fars menyebut massa memanfaatkan aksi protes untuk menyerang komisariat kepolisian. Sebelumnya, media pemerintah telah melabeli para demonstran sebagai “perusuh” setelah televisi pemerintah setempat melaporkan seorang anggota pasukan keamanan tewas dalam aksi semalam di kota Kouhdasht bagian barat.

Deputi Gubernur Lorestan, Said Pourali, mengonfirmasi insiden tersebut. “Seorang anggota Basij berusia 21 tahun dari Kouhdast, terbunuh di tangan perusuh saat bertugas,” ujar Pourali. Basij adalah pasukan sukarelawan paramiliter yang terafiliasi dengan Pasukan Revolusi Iran. Pourali menambahkan, selama aksi lempar batu di Kouhdast, 13 polisi dan anggota Basij juga terluka.

Penangkapan dan Konteks Protes

Sementara itu, di Hamedan Barat, kantor berita Tasnim memberitakan massa membakar sepeda motor setelah upaya mereka untuk membakar masjid gagal. Selain itu, sebanyak 30 orang di sebuah distrik di Teheran juga ditangkap atas dugaan pelanggaran ketertiban umum dalam operasi terkoordinasi oleh dinas keamanan dan intelijen setempat.

Mureks mencatat bahwa gelombang protes ini menjadi yang terbesar di Iran sejak tahun 2022, ketika kematian Mahsa Amini dalam tahanan memicu unjuk rasa nasional. Namun, protes terbaru ini belum meluas ke seluruh negeri dan tidak sebesar demonstrasi terkait kematian Amini, yang ditahan karena tidak mengenakan jilbab sesuai keinginan pihak berwenang. Jumlah korban protes Amini mencapai ratusan orang, termasuk puluhan anggota keamanan.

Mureks