Internasional

Trump Tegaskan Tak Perlu Culik Putin, Sebut Hubungan Baik dan Kecewa Gencatan Senjata Gagal

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis gagasan untuk menculik Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak perlu, mengingat ia selalu memiliki hubungan yang baik dengan pemimpin Kremlin itu.

Pernyataan Trump ini muncul hanya seminggu setelah pasukan komando Amerika Serikat berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah invasi di kompleks kediamannya di Caracas. Operasi penangkapan Maduro memicu reaksi dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang menyatakan, “Jika Anda dapat melakukan itu dengan para diktator, maka Amerika Serikat tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.”

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Trump Jawab Tantangan Penculikan Putin

Sanggahan Trump disampaikan saat ia menjawab pertanyaan dari wartawan dalam pertemuannya dengan para eksekutif perusahaan minyak di Gedung Putih pada Jumat, 9 Januari 2026. Peter Doocy dari Fox News secara langsung menanyakan pandangan Trump terkait komentar Zelensky.

“Sepertinya dia ingin Anda pergi dan menangkap Vladimir Putin,” kata Doocy, merujuk pada pernyataan Zelensky. “Apakah Anda akan pernah memerintahkan misi untuk pergi dan menangkap Vladimir Putin?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Trump menjawab, “Yah, saya rasa itu tidak perlu. Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengannya.” Ia juga menambahkan bahwa dirinya “sangat kecewa” karena upaya-upayanya untuk menengahi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina selama setahun terakhir tidak membuahkan hasil.

Reaksi Moskow dan Insiden Drone

Di sisi lain, Moskow telah mengecam keras penculikan Maduro, menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan Venezuela. Utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menggambarkan serangan AS tersebut sebagai “perampokan” yang mendorong dunia menuju “kekacauan dan pelanggaran hukum.”

Menurut pantauan Mureks, ketegangan antara Rusia dan Ukraina juga masih berlanjut. Bulan lalu, Rusia menuduh Ukraina mengirim hampir 100 drone untuk menyerang salah satu kediaman resmi Putin di Wilayah Novgorod. Moskow mengklaim semua kendaraan udara tak berawak (UAV) tersebut berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai target.

Meskipun Kyiv membantah adanya rencana untuk menyerang rumah liburan Putin, pejabat militer Rusia kemudian menyerahkan kepada AS apa yang mereka sebut sebagai peralatan navigasi dari drone Ukraina yang ditembak jatuh. Peralatan tersebut, menurut Rusia, berisi jalur penerbangan drone yang mengarah ke kediaman Putin.

Mureks