Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan melancarkan serangan darat terhadap kartel-kartel narkoba, secara spesifik menyinggung keberadaan kartel di Meksiko. Pernyataan tegas ini muncul di tengah peningkatan tekanan militer dan ekonomi AS di kawasan tersebut.
Ancaman serangan darat itu diungkapkan Trump dalam wawancara dengan penyiar Sean Hannity yang ditayangkan Fox News pada Kamis, 8 Januari 2026, malam waktu setempat. Dalam kesempatan tersebut, Trump secara gamblang menyebut kartel narkoba mengendalikan Meksiko.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
“Kita akan memulai sekarang, melancarkan serangan darat terkait kartel-kartel tersebut. Kartel-kartel itu mengendalikan Meksiko,” kata Trump.
Namun, Trump tidak memberikan informasi lebih detail mengenai rencana serangan darat AS tersebut. Pernyataan ini muncul setelah penangkapan mengejutkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro pada Jumat, 3 Januari 2026, yang menjadi puncak dari tekanan AS yang meningkat selama berbulan-bulan.
Sebagai bagian dari kampanye menekan Venezuela, AS telah menewaskan lebih dari 100 orang dalam rentetan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba. Serangan ini terjadi di Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia, sejak September 2025. Trump juga sebelumnya mengatakan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan darat terhadap area dermaga yang digunakan oleh kapal-kapal pengangkut narkoba di Venezuela.
Serangan terhadap kartel-kartel narkoba di Meksiko akan menandai eskalasi militer AS secara signifikan di kawasan tersebut. Pemerintah interim di Caracas mengecam serangan AS terhadap Venezuela sebagai ancaman terhadap stabilitas regional.
Meksiko Sempat Mengecam, Kini Melunak
Sebelumnya, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Senin, 5 Januari 2026, waktu setempat, menyatakan bahwa benua Amerika “bukan milik” kekuatan mana pun. Pernyataan ini merespons Trump yang menyinggung “dominasi” Washington di belahan Bumi tersebut setelah penangkapan Maduro.
Trump sendiri pada Minggu, 4 Januari 2026, waktu setempat, mengaku telah mendesak Sheinbaum untuk mengizinkannya mengirimkan pasukan AS guna menangani kartel-kartel narkoba di Meksiko. Tawaran tersebut, menurut Trump, sebelumnya ditolak oleh Sheinbaum.
Namun, setelah Trump secara terang-terangan menyinggung Meksiko dalam rencana serangan darat itu, sikap Meksiko mulai mencair. Menurut pantauan Mureks, Sheinbaum memerintahkan menteri luar negerinya untuk segera menghubungi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Bahkan, Sheinbaum menyatakan kesiapannya untuk berbicara langsung dengan Trump jika diperlukan, demi memperkuat kerja sama dalam kerangka keamanan bilateral.






