Berita

Terungkap! Pramugari Gadungan Beli Seragam dan Koper Via Online, Polisi Ungkap Motif Haru di Baliknya

Polisi berhasil mengamankan sejumlah properti milik seorang wanita bernama Khairun Nisa, yang sempat menyamar sebagai pramugari Batik Air. Penyamaran ini terungkap setelah Nisa kedapatan mengenakan seragam dan membawa atribut maskapai yang dibelinya melalui toko daring.

“Jadi barang-barang itu benar ada ID Card, seragam, itu semua dia beli di toko online,” ujar Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ipda Septian saat dikonfirmasi pada Jumat (8/1/2026).

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Properti yang diamankan dari Nisa meliputi seragam ‘pramugari’ berupa kebaya putih dan rok batik berwarna ungu, sepasang sepatu wedges, ID card, serta koper hitam dan tas kecil berlogo ‘Batik Air’. Menurut Mureks, detail pembelian atribut secara online ini menjadi kunci pengungkapan identitasnya.

Tidak Ada Unsur Pidana, Maskapai Tidak Mempermasalahkan

Meskipun aksinya sempat menimbulkan kehebohan, Ipda Septian menegaskan bahwa perbuatan Khairun Nisa tidak mengandung unsur pidana. Oleh karena itu, Nisa tidak ditahan oleh pihak kepolisian.

“Intinya yang bersangkutan tidak ditahan karena tidak ada unsur, hanya pakaian dan barang-barangnya diamankan. Pihak Batik Air juga sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut,” imbuh Septian, menjelaskan posisi maskapai terkait insiden ini.

Motif Haru: Ingin Bahagiakan Orang Tua Setelah Gagal Melamar

Dalam interogasi polisi, Khairun Nisa mengungkapkan motif di balik penyamarannya yang menyentuh hati. Ia mengaku berdandan ala pramugari Batik Air demi menyenangkan kedua orang tuanya. Nisa pernah melamar sebagai pramugari dan telah mengeluarkan biaya puluhan juta rupiah, namun sayangnya gagal.

“Antara dia takut sama orang tuanya karena sudah mengeluarkan uang puluhan juga, di sisi lain juga dia ingin menyenangkan hati orang tuanya,” ungkap Septian, menirukan pengakuan Nisa.

Nisa, yang berasal dari Palembang dan kini tinggal di sebuah apartemen di Tangerang, diketahui baru saja kembali dari Palembang untuk menemui orang tuanya. Pada Selasa (6/1), ia kembali ke Jakarta dengan mengenakan seragam pramugari palsu tersebut, berharap orang tuanya merasa bangga.

“Pas berangkat (dari Palembang) diantar sama orang tuanya. Karena waktunya mepet dia nggak sempat ganti baju,” jelas Septian, menggambarkan situasi keberangkatan Nisa dari Palembang.

Kecurigaan Kru Pesawat dan Interogasi Polisi

Insiden penyamaran ini terungkap saat Nisa berada di bangku penumpang dalam penerbangan menuju Jakarta. Kru pesawat mulai mencurigai Nisa karena motif rok seragam yang dikenakannya berbeda dengan standar pramugari Batik Air.

“Wanita atas nama Khairun Nisa ditegur oleh cabin crew pesawat Batik Air karena diduga memiliki warna corak rok pramugari Batik yang berbeda dengan rok yang dikeluarkan oleh perusahaan PT Lion Grup,” terang Septian.

Kecurigaan semakin menguat ketika Nisa gelagapan saat ditanya oleh kru pesawat mengenai diklat pramugari. Karena tidak dapat memberikan jawaban yang meyakinkan, pihak kru Batik Air kemudian menghubungi Avsec Bandara Soekarno-Hatta, yang berujung pada interogasi oleh polisi.

Mureks