Berita

Terjerat Penipuan Rp 30 Juta, Wanita Ini Pura-pura Jadi Pramugari Batik Air demi Jaga Perasaan Keluarga

Seorang wanita bernama Khairun Nisa (25), asal Palembang, harus menelan pil pahit setelah menjadi korban penipuan berkedok janji menjadi pramugari. Ia kehilangan uang senilai Rp 30 juta dan terpaksa berpura-pura menjadi pramugari Batik Air demi menjaga perasaan keluarganya. Kasus ini diungkap oleh Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Jumat, 09 Januari 2026.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono, menjelaskan awal mula kejadian tragis yang menimpa Nisa. “Yang bersangkutan itu orang Palembang, tinggal di Palembang dia ke Jakarta izin sama ibunya mau daftar jadi pramugari. Kemudian datang ke Jakarta dia, ketemu seseorang yang menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan memberikan sejumlah uang,” kata Kompol Yandri saat dihubungi pada Kamis (8/1/2026).

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Nisa, yang datang ke Jakarta dengan harapan besar, dimintai uang sebesar Rp 30 juta sebagai syarat untuk bisa diterima menjadi pramugari. Namun, janji manis itu hanyalah modus penipuan. Setelah uang diserahkan, pelaku menghilang dan tidak bisa dihubungi. “Pada dasarnya dia korban, dia mau masuk pramugari menyerahkan uang Rp 30 juta ternyata gagal, dan orangnya sudah tidak bisa dihubungi,” tutur Yandri.

Merasa malu dan tidak ingin mengecewakan ibunya yang telah membantu dalam proses tersebut, Nisa memutuskan untuk berpura-pura telah menjadi pramugari. Ia bahkan membuat unggahan palsu di media sosial untuk meyakinkan keluarganya. “Karena keburu malu dan tidak mau mengecewakan ibunya yang membantu dia dalam prosesnya itu, dia mengaku ke keluarganya kalau dia sudah bekerja,” jelas Kompol Yandri. Ia menambahkan, “Di medsosnya juga dia posting biar orang tuanya tahu dia pramugari.”

Mureks mencatat bahwa kasus penipuan berkedok rekrutmen pekerjaan, terutama di sektor penerbangan, kerap terjadi dan merugikan banyak pihak. Menanggapi hal ini, Kompol Yandri Mono mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya pada tawaran yang tidak masuk akal. “Buat masyarakat yang mau menjadi pramugari untuk tidak menggunakan atau melalui orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dengan memberikan sejumlah uang terus bisa menjanjikan. Ikuti saja aturannya SOP yang ada,” tegasnya, mengingatkan agar selalu mengikuti prosedur resmi yang telah ditetapkan.

Mureks