Senator Ted Cruz melontarkan kritik tajam terhadap CEO Ford, Jim Farley, menuduhnya menipu pembayar pajak dan menghindari kesaksian di hadapan Kongres Amerika Serikat. Farley disebut takut menghadapi pertanyaan terkait kerugian investasi kendaraan listrik (EV) perusahaan.
Kritik Pedas Senator Cruz
Sidang Senat yang seharusnya menjadi momen penting untuk menginterogasi produsen mobil mengenai mahalnya harga mobil baru, justru berubah menjadi drama politik. Dalam wawancara dengan Politico, Cruz tidak menahan diri. “Untuk alasan apa pun, tampaknya Jim Farley ketakutan untuk bersaksi di hadapan Kongres,” kata Cruz.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Ia melanjutkan, “Saya tidak tahu apakah dia takut karena telah kehilangan 19 miliar dolar AS bagi pemegang saham Ford pada Ford Lightning yang salah arah atau apakah dia malu karena telah mencoba menipu pembayar pajak Amerika ratusan juta dolar dengan mengakali berakhirnya kredit pajak EV.” Cruz menambahkan, “Tetapi untuk alasan apa pun, dia membuat keputusan bahwa bersaksi di Kongres terlalu menakutkan baginya untuk bersedia melakukannya.” Ketika ditanya apakah akan mengeluarkan panggilan paksa (subpoena) untuk Farley, Cruz menjawab, “Waktu yang akan menjawabnya.”
Menurut pantauan Mureks, Cruz memiliki agenda legislatif yang kuat. Komitenya sedang menyusun rancangan undang-undang otorisasi ulang transportasi permukaan, dan sidang ini adalah bagian dari upaya tersebut. “Kami akan membuat undang-undang tentang transportasi permukaan dan tampaknya Ford telah membuat keputusan bahwa mereka tidak tertarik untuk menjadi bagian dari proses legislatif,” ujar Cruz.
Pembelaan Ford dan Isu Kesetaraan
Juru bicara Ford, Dave Tovar, membela posisi perusahaan. Ia menegaskan, “Seperti yang selalu kami katakan, kami berkomitmen untuk terlibat secara tepat dalam isu-isu yang berdampak pada perusahaan kami, karyawan kami, dan industri, dan kami berharap dapat terus bekerja dengan para pemimpin seperti Senator Cruz.”
Ford menyatakan bersedia bersaksi dalam sidang yang bertujuan meninjau keterjangkauan kendaraan baru, namun hanya jika ada “lapangan bermain yang setara”. Mureks mencatat bahwa Cruz mengharapkan Farley hadir, namun membiarkan Tesla mengirim Lars Moravy, seorang eksekutif senior teknik, alih-alih CEO Elon Musk. Ford menganggap ini tidak adil.
Bos General Motors (GM), Mary Barra, juga mengisyaratkan akan hadir hanya jika semua CEO lainnya melakukan hal yang sama. Cruz membela keputusannya untuk tidak memaksa Musk hadir, dengan alasan kehadirannya akan mengubah sidang menjadi sesi tanya jawab tentang Doge dan mengalihkan perhatian dari topik keterjangkauan. Para anggota parlemen ingin membahas harga, aturan emisi, standar efisiensi bahan bakar, dan bagaimana regulasi membentuk harga yang dibayar konsumen di dealer.






