Otomotif

Crossover Listrik Ceer: Desain Futuristik dan Kaca Depan Terbesar di Dunia Siap Guncang Pasar

Sebuah gebrakan baru di industri otomotif global siap hadir dari Arab Saudi. Ceer, produsen kendaraan listrik (EV) yang didukung Pangeran Mahkota Mohammad bin Salman, tengah mempersiapkan crossover listrik dengan desain revolusioner yang diklaim akan menjadi yang paling unik sekaligus paling menarik tahun ini. Model berbentuk baji ini akan dilengkapi dengan kaca depan terbesar di dunia, menjanjikan pengalaman berkendara yang belum pernah ada sebelumnya.

Dari pantauan Mureks, foto mata-mata yang beredar menunjukkan desain eksterior Ceer EV yang sangat tidak konvensional. Berbeda dari kebanyakan crossover yang cenderung kotak atau hanya mengandalkan sedikit lekukan, Ceer tampil mencolok dengan bentuk baji yang futuristik.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Fitur paling menonjol adalah kaca depan raksasa yang dipasok oleh Isoclima. Kaca ini tidak hanya besar, tetapi juga dilengkapi lapisan Infrared Reflective Triple Silver untuk meminimalkan penyerapan panas matahari, sangat relevan mengingat Ceer berbasis di Arab Saudi. Selain itu, kaca depan tersebut memiliki interlayer akustik untuk meningkatkan insulasi suara dan “Wide Color Band” di area atas sebagai pelindung matahari tambahan.

Detail lain yang menarik perhatian adalah roda berbentuk segitiga dan pintu yang menyerupai model kupu-kupu atau gullwing dengan panel kaca. Bagian samping diperkuat dengan side skirt tebal dan cladding hitam, menambah kesan kokoh dan modern. Pencahayaan ramping dan spion samping digital juga terlihat, melengkapi tampilan futuristik kendaraan ini. Bagian belakang didesain dengan sudut tajam, liftgate unik, dan ceruk plat nomor yang menyerupai rak.

Ceer sendiri diluncurkan pada tahun 2022 oleh Pangeran Mahkota Mohammad bin Salman, dengan pendanaan dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Perusahaan ini didirikan untuk merancang, memproduksi, dan menjual berbagai kendaraan, termasuk sedan dan SUV, untuk konsumen di Arab Saudi dan wilayah MENA (Timur Tengah dan Afrika Utara).

Ceer merupakan perusahaan patungan dengan Foxconn, yang bertanggung jawab mengembangkan arsitektur kelistrikan kendaraan. Mureks mencatat bahwa pada awal pendiriannya, Ceer juga mengumumkan lisensi teknologi komponen dari BMW dan menargetkan peluncuran kendaraan pada tahun 2025, meskipun target tersebut tidak tercapai.

Meskipun demikian, pembangunan pabrik Ceer di King Abdullah Economic City terus berjalan. Tahun lalu, Ceer mengumumkan kesepakatan powertrain dengan Hyundai, yang akan menyediakan sistem penggerak listrik yang menggabungkan motor, inverter, dan reduction gear.

Baru-baru ini, perusahaan juga menjalin kesepakatan powertrain terpisah dengan Rimac Technologies untuk sistem penggerak berperforma tinggi, meskipun detail spesifiknya masih belum jelas.

Dengan kombinasi desain radikal dan dukungan teknologi dari raksasa otomotif global, crossover listrik Ceer siap menjadi sorotan utama di pasar EV saat debutnya nanti.

Referensi penulisan: www.carscoops.com

Mureks