Otomotif

Toyota Perpanjang Pre-Book Veloz Hybrid, Shammie di Dakar 2026, Insentif Motor Listrik Jadi Sorotan

Rabu, 07 Januari 2026 – Sejumlah kabar dari dunia otomotif menarik perhatian publik. Mureks mencatat bahwa perpanjangan masa pre-booking Toyota Veloz Hybrid, kiprah pereli Indonesia Shammie Zacky di ajang Rally Dakar 2026, serta usulan insentif non-fiskal untuk penjualan motor listrik menjadi topik hangat.

Harga Pre-Book Toyota Veloz Hybrid Diperpanjang

PT Toyota-Astra Motor (TAM) secara resmi memperpanjang periode pre-booking untuk Toyota Veloz Hybrid EV. Penawaran harga spesial mulai dari Rp 299 juta ini kini berlaku hingga 31 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah melihat respons positif dari pasar terhadap kendaraan hibrida tersebut.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Direktur Pemasaran PT TAM, Jap Ernando Demily, menjelaskan kepada awak media pada Senin (5/1/2026) bahwa, “Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi lebih banyak pelanggan dalam merencanakan kepemilikan kendaraan Hybrid Toyota.”

Aksi Pereli Indonesia Shammie Zacky Baridwan di Rally Dakar 2026

Pereli asal Indonesia, Shammie Zacky Baridwan, menjadi salah satu peserta yang berlaga di ajang Rally Dakar 2026. Keikutsertaannya ini menempatkannya sebagai salah satu dari sedikit perwakilan Indonesia dalam kejuaraan reli dua alam paling bergengsi di dunia.

Ajang Rally Dakar 2026 sendiri telah berlangsung sejak 3 Januari dan dijadwalkan berakhir pada 17 Januari mendatang di Arab Saudi. Bagi Shammie, partisipasi ini merupakan mimpi besar yang telah lama dinantikannya, sebuah kesempatan untuk mencatatkan namanya dalam sejarah reli dunia.

Asosiasi Usulkan Insentif Non-Fiskal, Pantik Penjualan Motor Listrik 2026

Ketua Umum Asosiasi Kendaraan Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi, mengungkapkan bahwa pasar motor listrik sepanjang tahun 2025 menghadapi tantangan signifikan. Salah satu faktor utama yang disebutkannya adalah absennya insentif dari pemerintah.

Budi menjelaskan, “Sepanjang tahun kemarin itu sampai sekitar 55 ribu unit, ada selisih sekitar 20 ribu unit lebih sedikit dibanding tahun 2024. Tidak bisa dibandingkan karena memang itu kan berkat bantuan (insentif) dari pemerintah.” Usulan insentif non-fiskal diharapkan dapat kembali memicu pertumbuhan penjualan motor listrik di tahun 2026.

Mureks