Produsen kendaraan listrik GAC AION masih menanti kepastian terkait kebijakan insentif mobil listrik dari pemerintah Indonesia untuk tahun 2026. Situasi ini terjadi meskipun GAC AION telah memenuhi kewajiban produksi lokal di Tanah Air.
Hingga Kamis, 08 Januari 2026, belum ada pergerakan lebih lanjut dari pemerintah mengenai perpanjangan insentif mobil listrik berbasis baterai (BEV) yang dijual di Indonesia dengan skema impor utuh. Kebijakan insentif impor utuh ini sedianya tidak lagi diperpanjang pada 2026, memicu diskusi hangat di kalangan industri otomotif.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu kejelasan terkait hal tersebut. “Saat ini GAC masih menunggu kepastian kebijakan dari pemerintah terkait insentif kendaraan listrik. Rasanya, saat ini seluruh pemain EV juga menantikan kejelasan tersebut sebelum ada pergerakan lebih lanjut,” ujar Andry Ciu, seperti dilansir dari Antara, Senin (5/1/2026).
Pada tahun 2025, pemerintah telah menyalurkan subsidi yang signifikan bagi kendaraan listrik. Subsidi tersebut mencakup bea masuk serta keringanan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ketentuan ini berlaku dengan syarat perusahaan penerima manfaat harus melakukan produksi dalam negeri dengan rasio 1:1 dari jumlah kendaraan Completely Built Up (CBU) yang masuk ke pasar domestik.
Sebelumnya, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian, Mahardi Tunggul Wicaksono, telah meminta produsen otomotif yang menerima insentif impor BEV utuh untuk memenuhi kewajiban produksi lokal dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mulai 2026. Ketentuan ini bertujuan untuk merealisasikan produksi domestik secara bertahap.
“Dalam perjalanannya, perusahaan juga harus memperhatikan nilai, besaran nilai TKDN. Dari 40 persen harus secara bertahap naik menjadi 60 persen besaran nilai TKDN,” jelas Mahardi beberapa waktu lalu.
Optimisme GAC AION di Pasar Domestik
Menanggapi kebijakan tersebut, GAC Indonesia menyatakan optimisme karena telah merealisasikan pembangunan dan produksi mobil listrik di Indonesia dengan TKDN yang disepakati. “Namun kami cukup tenang, karena seluruh produk GAC di Indonesia sudah dirakit secara CKD di pabrik Indomobil Cikampek dengan TKDN di atas 40 persen,” tutur Andry Ciu.
Mureks mencatat bahwa beberapa model GAC AION telah meluncur di Indonesia, antara lain Aion Y Plus, Aion V, Aion Hyptec HT, dan Aion UT. Berdasarkan pantauan tim redaksi Mureks pada laman resmi perusahaan, harga kendaraan-kendaraan tersebut masih stabil dan belum mengalami perubahan hingga saat ini.
Referensi penulisan: www.liputan6.com






