Harga mobil listrik di pasar Indonesia terpantau mengalami lonjakan signifikan mulai Januari 2026. Kenaikan ini merupakan imbas langsung dari berakhirnya kebijakan insentif bea masuk impor untuk kendaraan Completely Built Up (CBU) yang resmi dihentikan pemerintah per 31 Desember 2025.
Kebijakan insentif sebelumnya bertujuan mendorong adopsi kendaraan listrik di Tanah Air. Dengan berakhirnya insentif tersebut, biaya impor mobil listrik CBU menjadi lebih tinggi, yang pada gilirannya memengaruhi harga jual ke konsumen.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Meskipun demikian, tidak semua pabrikan langsung menyesuaikan harga jual produk mereka. Sejumlah merek, terutama yang telah memiliki fasilitas perakitan di Indonesia dan memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertentu, masih berupaya menahan harga demi menjaga daya saing di tengah persaingan pasar yang ketat. Mureks mencatat bahwa strategi ini penting untuk mempertahankan pangsa pasar di awal tahun.
Sebaliknya, model-model yang masih sepenuhnya diimpor atau berstatus CBU diprediksi akan mengalami potensi kenaikan harga yang cukup besar sepanjang tahun 2026. Bagi masyarakat yang berencana membeli mobil listrik baru tahun ini, penting untuk memperhatikan daftar harga terbaru.
Daftar Merek Mobil Listrik per Januari 2026
Berikut adalah daftar merek mobil listrik yang tersedia di pasar Indonesia per Januari 2026, sebagaimana dikutip dari laman resmi masing-masing pabrikan. Daftar ini dapat dijadikan referensi awal sebelum melakukan pembelian:
- Aion
- Aletra
- BMW
- BYD
- Changan
- Chery
- Citroen
- Denza
- DFSK
- GAC Aion
- Geely
- GWM
- Hyundai
- Jaecoo
- Kia
- Maxus
- Mercedes-Benz
- MG (Morris Garages)
- MINI
- Neta
- Polytron
- Seres
- Toyota
- VinFast
- Wuling
- Xpeng






