Ban mobil memegang peranan krusial dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan selama berkendara. Namun, seringkali para pengemudi baru menyadari urgensi penggantian ban setelah muncul masalah serius, seperti kendaraan sulit dikendalikan atau bahkan mengalami insiden di jalan. Padahal, setiap ban memiliki batas usia pakai dan tingkat keausan yang tidak selalu kasat mata, sehingga memerlukan perhatian berkala.
Seiring pemakaian, performa ban akan terus menurun meskipun secara visual tapaknya masih terlihat tebal. Berbagai faktor seperti usia material karet, kondisi permukaan jalan yang dilalui, beban kendaraan, hingga gaya mengemudi, turut memengaruhi daya cengkeram ban terhadap aspal. Ban yang telah melewati masa pakainya cenderung mengalami retak dan kehilangan elastisitas, membuatnya tidak lagi optimal saat menghadapi jalan basah atau pengereman mendadak. Tim redaksi Mureks mengingatkan, mengenali tanda-tanda ban perlu diganti sejak dini adalah kunci untuk mencegah risiko kecelakaan.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kapan Waktu Tepat Mengganti Ban Mobil?
Tanda-tanda ban mobil harus segera diganti sebenarnya dapat dikenali melalui beberapa indikator. Mulai dari kedalaman tapak yang menipis hingga menyentuh indikator TWI (Tread Wear Indicator), munculnya benjolan pada dinding ban, hingga getaran tidak wajar saat mobil melaju. Bahkan, perubahan suara ban saat berkendara pun dapat menjadi sinyal adanya masalah. Menurut Mureks, informasi yang dilansir dari laman Wuling menguraikan tanda-tanda ban mobil harus segera diganti sebagai berikut:
- Umur Ban Melebihi 3 Tahun
Komponen karet ban mobil secara alami akan mengalami penurunan kualitas seiring berjalannya waktu. Terlebih jika usia ban mobil telah mencapai 3 hingga 5 tahun, elastisitasnya akan berkurang drastis dan lebih rentan pecah. Jika ban Anda sudah melewati batas usia ini, sangat disarankan untuk segera menggantinya demi menghindari risiko di perjalanan.
- Jarak Tempuh Capai 40.000 hingga 50.000 Km
Sebagian besar produsen ban mobil merekomendasikan penggantian ban ketika kendaraan telah menempuh jarak antara 40.000 hingga 50.000 kilometer. Meskipun tampilan ban mungkin masih terlihat baik, komponen karet yang terus bekerja dalam periode panjang akan mengalami degradasi dan daya tahannya berkurang secara signifikan.
- Ketebalan Ban Menipis
Setiap ban dilengkapi dengan Tread Wear Indicator (TWI), yaitu tanda batas keausan tapak ban. Jika ketebalan tapak ban sudah menyentuh batas TWI atau kurang dari 1,6 milimeter, daya cengkeram ban akan berkurang drastis, terutama saat melaju di jalan basah. Kondisi ini sangat berisiko menyebabkan mobil tergelincir atau mengalami aquaplaning.
- Terdapat Benjolan, Retakan, atau Lecet
Munculnya benjolan pada permukaan ban mengindikasikan kerusakan pada struktur internal ban, yang dapat menyebabkan ban pecah secara tiba-tiba. Sementara itu, retakan atau lecet pada ban seringkali menjadi tanda usia ban yang sudah tua, sering terpapar panas matahari, atau pernah terkena benda tajam yang dapat melemahkan kekuatan ban secara keseluruhan.
- Ban Sering Ditambal
Apabila ban mobil Anda sudah sering ditambal akibat kebocoran, sebaiknya segera dipertimbangkan untuk diganti. Ban yang sering ditambal cenderung kehilangan daya tahan dan lebih mudah rusak saat melaju di jalanan yang kasar atau berlubang, meningkatkan potensi bahaya di jalan.
Panduan Mengganti Ban Mobil Sendiri dalam Kondisi Darurat
Mengganti ban mobil secara mandiri merupakan keterampilan penting yang dapat dikuasai oleh setiap pengguna, terutama dalam situasi darurat. Dengan memahami prosedur yang baik dan benar, proses penggantian ban tidaklah sesulit yang dibayangkan. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda ikuti:
- Siapkan Peralatan dan Pastikan Keamanan
Pastikan kendaraan diparkir di area yang datar dan aman, seperti bahu jalan atau tempat parkir yang luas. Aktifkan rem tangan pada mobil untuk mencegah pergerakan yang tidak diinginkan. Peralatan yang dibutuhkan meliputi kunci roda atau lug wrench, dongkrak mobil, penyangga atau jack stand (untuk keamanan tambahan), ban cadangan yang sesuai dengan spesifikasi mobil, serta sarung tangan untuk melindungi tangan Anda.
- Kendurkan Baut Roda Sebelum Mengangkat Mobil
Sebelum menggunakan dongkrak, longgarkan baut roda dengan menggunakan kunci roda atau kunci silang. Putar baut dengan arah berlawanan jarum jam hingga terasa longgar, namun jangan sampai dicabut sepenuhnya. Langkah ini akan sangat mempermudah proses pelepasan ban setelah mobil terangkat.
- Angkat Mobil dengan Dongkrak Secara Stabil
Letakkan dongkrak pada titik tumpu yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan Anda. Pompa atau putar dongkrak hingga ban terangkat sekitar 5 hingga 10 sentimeter dari permukaan tanah. Pastikan posisi mobil yang terangkat tersebut tetap stabil dan aman.
- Pasang Ban Baru dengan Hati-hati
Setelah mobil terangkat, lepaskan semua baut roda yang telah dikendurkan sebelumnya. Tarik ban lama dengan hati-hati, kemudian tempatkan ban baru pada poros roda. Sejajarkan lubang baut pada ban dengan baut roda, lalu pasang kembali baut dengan tangan terlebih dahulu agar posisinya tepat dan tidak miring.
- Kencangkan Baut dan Turunkan Mobil
Turunkan mobil secara perlahan dengan dongkrak hingga ban mobil menyentuh permukaan tanah. Setelah itu, gunakan kunci roda untuk mengencangkan baut secara menyilang. Pengencangan menyilang ini penting untuk memastikan keseimbangan dan keamanan ban terpasang dengan kuat pada poros roda.
Memahami kapan harus mengganti ban dan bagaimana cara melakukannya sendiri adalah bagian integral dari perawatan kendaraan yang bertanggung jawab. Dengan memperhatikan tanda-tanda keausan dan siap sedia menghadapi kondisi darurat, Anda dapat meningkatkan keselamatan berkendara secara signifikan.






