Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengumumkan realisasi penjualan sepeda motor di pasar domestik sepanjang tahun 2025 mencapai 6.412.769 unit. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,3 persen dibandingkan periode Januari–Desember 2024, sekaligus berada dalam rentang proyeksi yang telah ditetapkan oleh asosiasi sebelumnya.
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menjelaskan bahwa kinerja pasar sepeda motor nasional relatif stabil, meskipun sempat diwarnai tekanan daya beli masyarakat sepanjang tahun lalu. Menurut Sigit, sepeda motor tetap menjadi moda transportasi yang paling efisien dan efektif bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi maupun mobilitas harian.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Dominasi Skutik dan Peran Pembiayaan
“Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik berada di angka 535 ribu unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan, baik untuk kegiatan ekonomi produktif maupun untuk kebutuhan leisure dan gaya hidup masyarakat,” ujar Sigit dalam keterangan resmi AISI yang diterima pada Jumat (9/1/2026).
Pada awal tahun 2025, AISI memproyeksikan penjualan sepeda motor domestik akan berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Realisasi penjualan yang tercapai dinilai masih sejalan dengan proyeksi tersebut, meskipun pertumbuhannya tidak terlalu besar.
Dari sisi komposisi pasar, segmen skutik masih menjadi tulang punggung penjualan sepeda motor nasional. Berdasarkan catatan Mureks, skutik berkontribusi sebesar 91,7 persen dari total penjualan sepanjang 2025. Sisanya berasal dari motor underbone sebesar 4,46 persen, motor sport 3,51 persen, sementara kontribusi sepeda motor listrik masih berada di bawah 1 persen.
Stabilitas pasar sepeda motor nasional juga tidak lepas dari peran industri pembiayaan. Sigit menyebutkan, sekitar 65 persen pembelian sepeda motor dilakukan secara kredit, menjadikan lembaga pembiayaan sebagai salah satu penopang utama permintaan pasar sepanjang tahun lalu.
“Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli, terutama di masyarakat ekonomi menengah. Mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif. Hal ini yang membuat pasar tetap tumbuh meski tidak signifikan,” jelasnya.
Dinamika Pasar Regional dan Kinerja Ekspor
Secara wilayah, pertumbuhan permintaan sepeda motor di luar Pulau Jawa menjadi penyeimbang atas penurunan penjualan di Jawa. Kondisi tersebut didorong oleh hasil komoditas di luar Jawa yang relatif positif, di tengah pelemahan sektor industri di Pulau Jawa yang berdampak pada penurunan daya beli dan pemutusan hubungan kerja di sejumlah sektor.
Tak hanya pasar domestik, kinerja ekspor industri sepeda motor nasional juga mencatatkan tren positif. Sepanjang 2025, anggota AISI berhasil mengekspor 544.133 unit sepeda motor dalam bentuk CBU (Completely Built Up), 8.139.894 set CKD (Completely Knocked Down), serta ekspor komponen sebanyak 138.455.487 unit.






