PT Chery Sales Indonesia (CSI) menyatakan optimistis terhadap seri Tiggo Cross untuk mendongkrak penjualan di pasar otomotif nasional. Model paling terjangkau dari Chery ini berhasil mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 4.629 unit sepanjang Januari hingga November 2025. Angka ini, menurut Mureks, menunjukkan potensi Tiggo Cross dalam menarik perhatian konsumen.
Meskipun demikian, Chery menegaskan tidak memiliki rencana untuk meluncurkan mobil kategori Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia. Tiggo Cross justru diposisikan sebagai alternatif bernilai lebih bagi konsumen LCGC yang berkeinginan untuk ‘naik kelas’ ke segmen kendaraan yang lebih premium.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Strategi Harga dan Fitur Unggulan
Chery Tiggo Cross ditawarkan dalam empat varian berbeda di Indonesia. Varian Comfort dibanderol Rp259,5 juta, Premium Rp289,5 juta, Sport Rp299,9 juta, dan tipe hybrid CSH seharga Rp319,8 juta. Harga ini memang masih di atas rata-rata LCGC yang umumnya dijual mulai Rp150 jutaan.
Sulistyo Nugroho, Dealer Network Development PT CSI, menjelaskan bahwa Chery tidak akan menjual mobil LCGC. Namun, dengan harga Tiggo Cross yang dimulai dari Rp250 jutaan dan dilengkapi berbagai keunggulan, produk ini dinilai sebagai pilihan rasional bagi pembeli mobil pertama.
“Kami tidak menyebutkan akan meluncurkan mobil LCGC, tapi bicara produk yang kita miliki sekarang memang bukan LCGC tapi setidaknya mendekati (harga) ke arah sana dan tidak melonjak harganya. Kita memiliki Tiggo Cross yang secara harga lebih mahal sedikit (dari LCGC) tetapi value-nya bisa kita arahkan mungkin peminat LCGC untuk ke produk kita,” kata Sulistyo di Tangerang belum lama ini.
Lebih lanjut, Sulistyo menambahkan bahwa model Tiggo Cross CSH dengan teknologi hibrida dapat menjadi opsi menarik bagi konsumen yang ingin meningkatkan kelas kendaraannya. Kelengkapan fitur yang lebih komprehensif serta klaim efisiensi bahan bakar menjadi daya tarik utama untuk menggaet calon pembeli LCGC di Indonesia.
“Kita cukup percaya diri, karena berbicara teknologi CSH di Tiggo Cross juga secara value for money-nya dapat, meski ya memang tidak sama dengan segmen LCGC. Tapi, harapan kita bisa menarik segmen LCGC menjadi peminat mobil Chery masih ada kesempatan ke arah sana. Dan ini ada di kota-kota yang bukan besar, tapi middle atau small city. Semua ini tentu akan kita eksplor, hitung-hitungannya,” imbuhnya.
Performa Penjualan dan Rencana Ekspansi 2026
Tiggo Cross Series merupakan salah satu model terlaris dan menjadi tulang punggung penjualan Chery di Indonesia sepanjang tahun 2025. Data internal CSI menunjukkan total penjualan mobil Chery pada tahun lalu mencapai hampir 20 ribu unit. Dengan capaian ini, pabrikan asal China tersebut menargetkan peningkatan penjualan yang lebih tinggi pada tahun 2026.
Selain mengandalkan model yang sudah ada, Chery juga berencana meluncurkan beragam mobil baru tahun ini untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Agustian Ferikles, Great Regional Manager PT CSI, mengungkapkan strategi ekspansi mereka.
“Jadi produk yang akan kami bawa nanti adalah produk yang memang sesuai dan bukan hanya untuk kota besar saja. Misalnya, SUV B 3 baris, umumnya market mobil ini tidak terkonsentrasi di kota besar tapi juga sudah mulai masuk ke kota-kota penyangga. Produk-produk seperti ini yang secara penyebarannya bukan cuma di Jawa tapi juga menyebar hingga Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi,” kata Agustian.
Referensi penulisan: www.oto.com





