Musim MotoGP 2025 menjadi periode yang sulit bagi Francesco Bagnaia. Pembalap berjuluk Pecco ini mengalami penurunan performa drastis, gagal bersaing dengan para rider papan atas, termasuk rekan satu timnya di Ducati, Marc Marquez.
Berdasarkan klasemen akhir MotoGP 2025, Francesco Bagnaia tertinggal jauh dari Marc Marquez yang berhasil merebut gelar juara dunia. Pecco bahkan terlempar dari posisi tiga besar, mengakhiri musim di peringkat kelima. Ia juga terlihat kesulitan beradaptasi dengan Desmosedici GP25 milik skuad Ducati.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Bisikan Meremehkan Marc Marquez
Menjelang MotoGP 2026, sejumlah isu baru terungkap mengenai penyebab merosotnya performa Bagnaia. Paolo Simoncelli, pemilik tim SIC58 Moto3, menyoroti kesiapan mental Bagnaia menghadapi Marquez. “Dia tidak siap menghadapi rekan satu tim sekuat itu,” ungkap Simoncelli, seperti dikutip dari Crash pada Selasa (06/01).
Simoncelli bahkan menyebut adanya bisikan dari rekan-rekan Bagnaia di sekolah balap Valentino Rossi. Bisikan tersebut mengindikasikan bahwa Marc Marquez dianggap sebagai lawan yang mudah dikalahkan oleh Bagnaia. Padahal, pembalap asal Italia ini memiliki penampilan yang cukup impresif di musim 2024.
“Tahun sebelumnya, dia (Bagnaia) kehilangan gelar juara dunia meskipun memenangkan 11 balapan,” lanjut Simoncelli, menjelaskan konteks performa Bagnaia sebelumnya. Namun, fakta di lintasan berkata lain. Marc Marquez mampu menunjukkan tajinya dengan sederet kemenangan di beberapa seri, berhasil mendulang banyak poin.
Simoncelli menambahkan, “Dia (Bagnaia) berpikir, ‘yang harus saya lakukan hanya mengurangi kecelakaan’.” Namun, strategi tersebut tidak cukup untuk membendung laju Marquez. Francesco Bagnaia dibuat tidak berkutik dalam persaingan di papan atas klasemen MotoGP 2025, dengan Marquez terus melesat tak terkejar hingga menjadi juara dunia.
“Tetapi Marc Marquez adalah pembalap yang hebat di lintasan dan itu membuat (Bagnaia) mengalami krisis,” tegas Simoncelli.
Kedatangan Marquez di Ducati dan Dampak VR46
Paolo Simoncelli tidak memungkiri bahwa kedatangan Marc Marquez di Ducati membawa masalah baru. Menurut Mureks, disebutkan bahwa orang-orang di VR46, akademi balap milik Valentino Rossi, tidak menyukai langkah Ducati mengontrak Marc Marquez. Hal ini tidak mengherankan jika bisikan-bisikan miring soal Marc Marquez sampai ke telinga Francesco Bagnaia, yang merupakan anak didik Rossi.
Situasi ini diperparah dengan dugaan dendam Valentino Rossi terhadap The Baby Alien, julukan Marc Marquez, yang turut dirasakan oleh anak didiknya. Dinamika internal dan eksternal ini diduga kuat menjadi salah satu faktor utama di balik krisis performa yang dialami Francesco Bagnaia di musim MotoGP 2025.






