Mazda secara resmi memperkenalkan SUV listrik terbarunya, CX-6e, dalam ajang Brussels Motor Show. Kendaraan ini menarik perhatian berkat desainnya yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik dari Mazda dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di balik tampilan futuristiknya, performa dan jangkauan baterai CX-6e dinilai masih tertinggal jauh dibandingkan para kompetitor di segmen yang sama.
CX-6e merupakan versi Eropa dari model EZ-60 yang sebelumnya telah dipasarkan di Tiongkok dan Australia. Berbeda dengan pasar lain, Mazda hanya akan menawarkan varian listrik murni untuk pasar Eropa tanpa opsi hybrid, sementara pasar Amerika Serikat tidak akan mendapatkan model ini sama sekali. Pengembangan CX-6e sendiri merupakan proyek kolaborasi antara Mazda dengan Changan, di mana kendaraan ini diproduksi di Tiongkok pada lini yang sama dengan Deepal S07. Mazda bertanggung jawab atas desain, penyetelan, dan branding, namun struktur dasarnya banyak berbagi dengan model lain.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Performa dan Jangkauan Baterai yang Kurang Kompetitif
SUV listrik ini dijadwalkan tiba di diler-diler Eropa pada akhir tahun 2026, bersaing langsung dengan model populer seperti Tesla Model Y, BMW iX3, dan Audi Q6 e-tron. Di Tiongkok, harga CX-6e dimulai dari sekitar 16.800 dolar AS, namun diperkirakan akan melonjak hingga tiga kali lipat saat masuk pasar Eropa.
Di bawah bodi, CX-6e dibekali baterai LFP berkapasitas 78 kWh yang dipadukan dengan motor tunggal di roda belakang. Konfigurasi ini menghasilkan tenaga 258 hp (190 kW) dan torsi 290 Nm. Mazda mengklaim jangkauan WLTP hingga 483 km (300 mil). Namun, angka ini terlihat kurang impresif jika dibandingkan dengan pesaing. Sebagai contoh, Volvo EX60 yang baru saja diperkenalkan diklaim mampu menempuh hingga 810 km (503 mil) dengan ukuran serupa. Bahkan, Tesla Model Y Standard yang merupakan rival langsung CX-6e menawarkan jangkauan 505 km (314 mil) dalam sekali pengisian daya.
Akselerasi CX-6e dari 0 hingga 100 km/jam juga membutuhkan waktu 7,9 detik, yang tidak terlalu istimewa di kelasnya. Untuk pengisian daya cepat, kendaraan ini mendukung daya maksimal 195 kW, memungkinkan pengisian dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 24 menit. Sementara itu, pengisian daya AC mencapai 11 kW, yang setara dengan sebagian besar pesaing.
Interior Futuristik dengan Layar Lebar
Meskipun performanya menjadi sorotan, bagian interior CX-6e justru menampilkan kesan futuristik yang kuat. Dasbor didominasi oleh layar besar berukuran 26 inci yang membentang luas, ditambah dengan head-up display yang menghilangkan kebutuhan akan kluster instrumen tradisional. Fitur teknologi lainnya mencakup pintasan berbasis gerakan (gesture shortcuts), speaker yang terintegrasi di sandaran kepala, serta layar untuk spion pintu berbasis kamera yang tertanam rapi di panel pintu.
Secara dimensi, CX-6e lebih panjang dan lebar dibandingkan SUV CX-60 bermesin pembakaran internal. Namun, dalam hal ruang kargo, CX-6e masih kalah. SUV listrik ini hanya menawarkan kapasitas bagasi 468 liter, jauh di bawah CX-60 yang memiliki 570 liter, atau Tesla Model Y yang menyediakan lebih dari 850 liter. Meskipun demikian, CX-6e dilengkapi dengan frunk berkapasitas 80 liter untuk menyimpan kabel pengisian daya, fitur yang tidak ditemukan pada Tesla Model Y.
Secara keseluruhan, tim redaksi Mureks menilai bahwa meskipun Mazda CX-6e memiliki tampilan yang sangat menarik, baik dari luar maupun dalam, daya tarik visual dan harga yang belum final mungkin harus bekerja keras untuk membuat calon pembeli mengabaikan jangkauan baterai, performa, dan kepraktisan yang dinilai kurang kompetitif di pasar SUV listrik premium.






