Berita

Saksi Ungkap: Tiga Jenazah Sekeluarga Ditemukan di Kamar dan Ruang Tamu Warakas

Tiga anggota keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah rumah kontrakan di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (3/1/2026). Penemuan tragis ini terungkap setelah salah satu anggota keluarga pulang bekerja dan mendapati ibu serta dua saudaranya tak bernyawa.

Menurut kesaksian Aryuni Wulan Febri (51), tetangga korban, dua jenazah ditemukan di kamar tidur dan satu jenazah lainnya tergeletak di ruang tamu. Wulan, yang rumah kontrakannya bersebelahan langsung dengan kediaman korban, menceritakan detail penemuan tersebut.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

“Di kamar, kamar tidurnya masing-masing. Ibunya di kamar pertama, kakaknya yang perempuan di kamar kedua. Kalau adiknya yang kecil itu di ruang tamu, udah tergeletak semua,” kata Aryuni Wulan Febri saat ditemui di kediamannya, Warakas, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2026).

Wulan menuturkan, ia tiba di rumahnya pada tanggal 2 Januari 2026 pagi, sekitar pukul 07.30 WIB, tak berselang lama setelah anak kedua korban, Khadafi, pulang dari bekerja.

“Waktu itu tanggal 2 pagi ya, kebetulan saya tanggal 31 itu kan nginep di rumah adik saya di Karawaci. Nah, pulang tanggal 2 itu, naik Grab mobil kan, pulang sekitar sampai kurang lebih setengah 8 itu. Saya sampai, saya belum masuk rumah, baru mau masuk rumah, kebetulan anak kedua korban itu datang pulang bekerja,” jelas Wulan.

Tak lama setelah Khadafi masuk ke dalam rumah, Wulan mendengar teriakan histeris. Ia awalnya mengira ada pertengkaran, namun Khadafi meminta tolong dengan panik.

“Nah, itu cuma saya lihat, cuma nggak menyapa, memang saya lihat aja gitu, oh masnya sebelah gitu. Pas sudah masuk, nggak lama sekitar 5 menit itu masnya teriak-teriak gitu. Saya kedengeran kan kirain saya mungkin berantem gitu,” kata Wulan. “Saya keluar, terus tanya, ‘minta tolong, Ibu, minta tolong dong, tolong, Ibu saya keracunan’ gitu. Saya kira, eh keracunan apa gitu kan. ‘Ibu lihat dulu’ gitu, ‘Ibu lihat dulu’ gitu,” tambahnya.

Saat Wulan masuk, ia mendapati para korban sudah dalam kondisi berbusa dan kaku. Anak ketiga korban, Abdullah Syauqi Jamaludin, ditemukan selamat namun tampak kebingungan.

“Akhirnya saya sebagai tetangga kan ya, akhirnya saya lihat dulu. Pas saya lihat udah, adiknya, ibunya sama kakaknya di dalam kamar itu udah, kalau adiknya di ruang tamu, itu udah pada berbusa, kaku gitu. Kan saya takut, terus anak yang ketiga kan keluar dari belakang, saya tanya ‘ini Ibu kenapa?’, ‘nggak tahu’ katanya gitu,” ujar Wulan.

Khawatir dengan kondisi tersebut, Wulan segera menghubungi ketua RT setempat. Tak lama kemudian, pihak kepolisian dan ambulans tiba di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

“Akhirnya saya kan karena takut, saya keluar langsung telepon Pak RT, ‘Pak RT, ini ada tetangga sebelah keracunan’ gitu. Nggak lama, 5 menit Pak RT keluar, hubungin kepolisian sama puskesmas, ambulans gitu,” ujarnya.

Mureks mencatat bahwa para korban tewas teridentifikasi sebagai Siti Solihah (50), anak pertamanya Afiah Al Adilah Jamaludin (28), dan anak keempatnya Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Sementara itu, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), anak ketiga Siti, ditemukan selamat dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Ketiga jenazah telah dimakamkan pada hari Sabtu (3/1/2026) di TPU Rorotan.

Mureks