Jakarta, Mureks – Partai NasDem menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan retret kabinet kedua yang digelar Presiden Prabowo Subianto. Fraksi NasDem di DPR menilai forum tersebut krusial untuk menyamakan persepsi dan memperkuat soliditas di antara jajaran pemerintahan.
NasDem Soroti Pentingnya Penyamakan Persepsi
Kapoksi Komisi II DPR Fraksi NasDem, Ujang Bey, menegaskan bahwa retret kabinet memiliki sisi positif yang signifikan. Menurut Ujang, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menyelaraskan pandangan antara Presiden, para menteri, dan wakil menteri terkait kebijakan yang sedang atau akan dijalankan.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
“Kalau saya melihat sisi positifnya, itu bagus dilakukan dalam rangka memperkuat persepsi antara Presiden dan para menteri dan wamennya terkait kebijakan-kebijakan yang akan atau sedang dijalankan, sehingga dapat dilakukan evaluasi secara berkala,” kata Ujang kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Memupuk Soliditas Kabinet
Selain menyamakan persepsi, Ujang Bey juga menyoroti peran retret kabinet dalam memupuk soliditas di antara jajaran kementerian. Ia menekankan bahwa komunikasi dan evaluasi intensif akan memastikan kebijakan utama Presiden dapat dilaksanakan secara seragam.
“Selain itu juga dapat memupuk soliditas di antara para menteri dan wamen. Jadi kebijakan utama Presiden dapat dilaksanakan secara seragam antara menteri dan wamennya,” ujarnya.
Mureks mencatat bahwa Ujang Bey juga menyerahkan sepenuhnya keputusan waktu pelaksanaan retret kepada Presiden. “Saya kira Presiden lebih tahu kapan retret tersebut harus dilakukan, karena yang bisa melihat situasi internal pemerintahan ya Presiden, bisa saja dilakukan setahun sekali,” sambungnya.
Evaluasi Program Kerja Setahun ke Depan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memang telah menggelar retret di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1). Acara tersebut difokuskan pada evaluasi program kerja pemerintah untuk satu tahun ke depan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan tujuan utama retret tersebut. “Jadi makna retret bagi pemerintah, terutama bagi beliau sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan kan adalah, yang pertama tentunya memberikan pengarahan kepada kita semua, jajaran kabinet,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Hambalang.
Prasetyo menambahkan, retret juga menjadi ajang evaluasi menyeluruh. “Dan tentunya diawali dengan melakukan evaluasi terhadap seluruh program, kinerja pemerintah selama satu tahun masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran Rakabuming Raka,” pungkasnya.






