Keuangan

Saham DEWA Melonjak 8,96 Persen di Perdagangan Perdana 2026, Didorong Fasilitas Kredit Rp 5 Triliun

Jakarta, Mureks – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengawali perdagangan saham tahun 2026 dengan performa perkasa. Pada penutupan sesi pertama Jumat, 2 Januari 2026, harga saham DEWA ditutup melonjak 8,96 persen ke posisi Rp 730 per saham.

Kenaikan signifikan ini melanjutkan tren positif yang telah terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Mureks mencatat bahwa saham DEWA telah naik 24,79 persen dalam lima hari terakhir dan melompat 55,98 persen selama sebulan terakhir.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Detail Pergerakan Saham DEWA

Pada pembukaan perdagangan hari ini, saham DEWA langsung dibuka di posisi Rp 690 per saham, naik dari penutupan sebelumnya di angka Rp 670 per saham. Sepanjang sesi pertama, saham DEWA bergerak di level tertinggi Rp 740 dan level terendah Rp 690 per saham.

Aktivitas perdagangan saham DEWA juga cukup tinggi, dengan total frekuensi 74.792 kali dan volume perdagangan mencapai 11.077.355 saham. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 795 miliar.

IHSG Menguat, Presiden Batal Hadir

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dibuka menghijau pada perdagangan perdana tahun 2026. Mengutip data RTI, IHSG dibuka melonjak ke posisi 8.676,74 dari penutupan sebelumnya 8.646,93. Pada pukul 09.15 WIB, IHSG masih menguat 37,99 poin atau 0,44 persen ke level 8.684,07.

Meski demikian, agenda kehadiran Presiden Prabowo yang dijadwalkan pada perdagangan hari ini batal terlaksana.

Fasilitas Kredit Rp 5 Triliun dari Bank Mandiri dan BCA Jadi Katalis

Performa positif saham DEWA tidak lepas dari kabar penting yang dirilis sebelumnya. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) telah mendapatkan fasilitas kredit sebesar Rp 5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada Selasa, 30 Desember 2025.

Menurut keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perjanjian fasilitas kredit ini ditandatangani antara perseroan dengan kedua bank tersebut. Fasilitas kredit ini terbagi menjadi dua jenis:

  • Kredit Investasi: Sebesar Rp 3,39 triliun. Terdiri dari tranche A senilai Rp 2,14 triliun untuk pembiayaan kembali fasilitas eksisting, dan tranche B senilai Rp 1,24 triliun untuk pembiayaan pembelian mesin, alat berat, atau alat pendukung lainnya. Pinjaman ini berjangka waktu lima tahun sejak penandatanganan perjanjian kredit, dengan suku bunga compounded INDONIA 90 hari plus margin (efektif 6,75%).
  • Kredit Modal Kerja: Sebesar Rp 1,61 triliun. Digunakan untuk pembiayaan kembali fasilitas kredit modal kerja eksisting dan modal kerja perseroan. Kredit ini berjangka waktu dua tahun sejak penandatanganan perjanjian kredit, dengan suku bunga compounded INDONIA 90 hari plus margin (efektif 6,75%).

Dampak Positif pada Likuiditas dan Kinerja

Perseroan menyatakan bahwa fasilitas pinjaman ini akan menambah kewajiban, namun juga berdampak positif bagi likuiditas dan mendukung pembiayaan operasional, yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja keuangan perseroan.

Direktur PT Darma Henwa Tbk, Mukson Arif Rosyidi, menegaskan, “Fasilitas pinjaman yang diterima akan berdampak pada peningkatan produktivitas operasional perseroan dan semakin baiknya kelangsungan usaha perseroan.”

Mukson juga menjelaskan bahwa transaksi material ini tidak termasuk transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan sesuai POJK Nomor 42/POJK.04/2020. Meskipun nilai fasilitas pinjaman ini melebihi 50% dari total ekuitas perseroan per 31 Desember 2024 (Rp 3,31 triliun) dan termasuk kategori transaksi material berdasarkan POJK 17/POJK.04/2020, transaksi ini dikecualikan. Hal ini karena fasilitas pinjaman diperoleh langsung dari bank dan memberikan jaminan langsung kepada bank, sehingga perseroan tidak diharuskan menggunakan jasa penilai dan memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Mureks