Real Madrid memastikan gelandang muda Nico Paz tidak akan menjadi komoditas penjualan setelah dipulangkan dari klub Serie A Como pada tahun 2026. Klub raksasa Spanyol itu memandang kembalinya Paz sebagai investasi teknis jangka panjang, bukan sekadar peluang untuk mencari keuntungan transfer cepat.
Keputusan ini didasarkan pada evaluasi internal yang menempatkan Paz sebagai elemen krusial dalam regenerasi lini tengah Real Madrid. Manajemen klub memproyeksikan sang pemain bukan hanya sebagai pelapis, melainkan fondasi untuk keberlanjutan skuad di masa depan.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Perkembangan signifikan Paz terjadi jauh dari sorotan Santiago Bernabeu. Selama masa peminjamannya, ia secara konsisten memikul tanggung jawab reguler, bermain setiap pekan, dan menunjukkan dampak nyata di kompetisi Eropa.
Pertumbuhan Stabil di Italia
Selama dua musim berkarier di Italia, Paz menunjukkan pematangan yang bertahap dan terukur. Ritme kompetisi yang ketat di Serie A telah membentuknya dari talenta akademi menjadi seorang gelandang yang lebih komplet.
Konsistensi performa menjadi nilai utama yang sangat dihargai oleh Real Madrid. Klub memprioritaskan keandalan dan kematangan dalam pengambilan keputusan di lapangan, ketimbang hanya lonjakan performa sesaat.
Aktivasi klausul beli kembali Paz memang telah lama menjadi bagian dari rencana Real Madrid. Namun, menurut Mureks, perdebatan sempat muncul terkait kepadatan lini tengah dan tantangan untuk mengintegrasikan pemain berpotensi tinggi ke dalam skuad utama.
Bukan untuk Dijual, Melainkan Dipakai
Sebelumnya, beberapa pihak sempat meragukan tujuan pemulangan Paz dan mengaitkannya dengan strategi finansial klub. Akan tetapi, laporan dari Spanyol secara tegas membantah bahwa rencana ini berlandaskan motif keuntungan transfer semata.
Biaya pemulangan Paz diperkirakan mencapai €9 juta, atau setara dengan sekitar Rp154,8 miliar. Nilai tersebut dinilai sepadan dengan peningkatan kualitas dan kesiapan kompetitif yang ditunjukkan oleh sang pemain.
Minat dari sejumlah klub Serie A dan Premier League terhadap Paz masih tetap ada, seiring dengan peningkatan reputasinya. Meski demikian, sikap Real Madrid sangat tegas dan tidak dapat dinegosiasikan terkait masa depan sang gelandang.
Klub menegaskan bahwa Paz tidak dipulangkan untuk dijadikan alat tawar dalam bursa transfer atau sebagai sumber dana segar. Ia diproyeksikan untuk mengisi kebutuhan teknis dan memperkaya opsi permainan dalam proyek jangka menengah Real Madrid.
Keputusan ini juga mencerminkan arah kebijakan pengembangan pemain muda yang lebih berkelanjutan dari Real Madrid. Klub ingin memastikan bahwa talenta terbaik dari akademinya mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang di level kompetisi tertinggi.






