Keuangan

Purbaya Yudhi Sadewa Minta Direksi BEI Baru Sikat ‘Penggoreng Saham’ Tak Bertanggung Jawab

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas meminta jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030 untuk membersihkan pasar modal dari praktik “penggorengan saham” yang merugikan. Permintaan ini disampaikan Purbaya saat pembukaan perdagangan bursa efek Indonesia 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Purbaya menekankan pentingnya direksi BEI yang baru untuk memahami dinamika pasar serta mampu mengembangkan basis investor retail dan institusi. Namun, prioritas utama yang ia soroti adalah komitmen kuat dalam memberantas pelaku “saham gorengan” yang dianggap tidak bertanggung jawab.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Purbaya: Komitmen Kuat Bersihkan Pasar

“Mereka harus bisa mengerti pasar dan bisa mengembangkan based dari investor retail dan institusi di sini, dan yang paling penting adalah mereka harus punya komitmen yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab,” kata Purbaya, seperti dipantau Mureks di lokasi.

Sebagai informasi, masa jabatan direksi BEI periode 2022-2026 akan berakhir tahun ini. Pengumuman calon direksi baru untuk periode berikutnya biasanya dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekitar pertengahan tahun.

Insentif Ditahan hingga Ada Prestasi

Terkait permintaan insentif untuk ekosistem pasar modal dari BEI, Purbaya masih enggan memberikannya. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan pemberian insentif jika BEI menunjukkan prestasi konkret dalam menindak pelaku “saham gorengan”.

“Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang ditangkap,” ucap Purbaya, menegaskan sikapnya.

Meskipun demikian, Purbaya menyatakan bahwa bentuk insentif akan didiskusikan lebih lanjut jika BEI berhasil memperbaiki persoalan tersebut. “Nanti didiskusikan karena mereka belum beres juga. Nanti kami lihat,” tuturnya.

Sebelumnya, pada Kamis (9/10/2025), Purbaya juga telah mengungkapkan bahwa ia menahan pemberian insentif karena masih banyaknya temuan “saham gorengan”. Ia meminta BEI untuk terlebih dahulu merapikan perilaku investor di pasar modal, mengingat praktik tersebut sangat merugikan investor kecil.

“Tadi Direktur Bursa juga minta insentif terus, yang belum tentu saya kasih. Jadi saya bilang, akan saya berikan insentif kalau Anda sudah merapikan perilaku investor di pasar modal. Artinya, yang goreng-gorengan dikendalikan sama dia lah,” ungkap Purbaya usai berdialog dengan otoritas pasar modal di BEI.

Mureks