Memasuki awal tahun 2026, banyak individu menetapkan resolusi untuk menghadapi berbagai tantangan hidup. Namun, di tengah dinamika lingkungan kerja yang menuntut, derasnya informasi, serta peningkatan tanggung jawab pribadi dan keluarga, menjaga kesehatan mental menjadi prioritas utama yang tak mudah dicapai. Berbagai kejadian tak terduga sepanjang tahun sebelumnya juga turut menguras emosi, membuat banyak orang merasa terbebani.
Melihat fenomena ini, Psikolog Konseling dan Terapis Keluarga, Archana Singhal, membagikan sepuluh kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari. Kebiasaan-kebiasaan ini dirancang untuk membantu individu memulihkan keseimbangan emosi dan ketahanan psikologis, agar tetap ‘waras’ di tengah beratnya tuntutan hidup. Mureks mencatat bahwa tips ini sangat relevan untuk memulai tahun dengan pikiran yang lebih jernih.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Keseimbangan Mental
-
Jangan Langsung Menyalakan Ponsel atau Laptop Setelah Bangun Tidur
Bagi sebagian besar orang, mengecek email atau media sosial segera setelah bangun tidur telah menjadi rutinitas. Padahal, menurut Archana, kebiasaan ini justru dapat memicu stres bahkan sebelum hari dimulai. Memberi waktu beberapa saat di pagi hari tanpa paparan gawai memungkinkan otak untuk bersiap menghadapi hari dengan lebih tenang dan fokus. Kebiasaan ini sangat krusial untuk menjaga kendali emosi sepanjang hari.
-
Sisipkan Jeda Pernapasan Singkat dalam Rutinitas Harian
Individu dengan jadwal padat sering kali tanpa sadar tidak bernapas dengan benar. Padahal, hanya dengan meluangkan beberapa menit untuk menarik napas dalam secara sadar dan perlahan, ketegangan dapat mereda dan fokus meningkat. “Pernapasan yang disadari akan mengaktifkan mekanisme tubuh untuk menjadi lebih rileks, sehingga kita lebih mampu menghadapi tantangan rutinitas yang padat,” jelas sang psikolog, menekankan pentingnya praktik sederhana ini.
-
Fokus pada Satu Prioritas yang Bisa Diselesaikan dalam Sehari
Daftar tugas yang panjang sering kali justru menimbulkan rasa kewalahan. Archana menjelaskan bahwa memilih satu tugas yang realistis dan bermanfaat untuk diselesaikan pada hari itu saja sudah sangat membantu mengurangi beban pikiran. Ketika tugas tersebut berhasil dituntaskan, rasa percaya diri dan energi positif pun akan meningkat, memberikan dorongan motivasi untuk hari berikutnya.
-
Jangan Terus-menerus Bekerja di Depan Komputer
Bekerja terlalu lama di depan komputer dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan meningkatkan risiko mudah tersinggung. Mengambil jeda singkat setiap satu jam sangat efektif untuk memberikan waktu istirahat bagi tubuh dan mencegah kelelahan. Mengalihkan pandangan dari layar, terutama melihat objek yang lebih jauh, dapat membantu mata beristirahat. Peregangan ringan atau berjalan sebentar juga bermanfaat untuk memberi jeda bagi tubuh dan pikiran.






