JAKARTA – Aplikasi investasi dan trading crypto Pluang mengeluarkan peringatan resmi kepada seluruh pengguna dan masyarakat luas. Peringatan ini menyoroti maraknya akun Telegram palsu yang mengatasnamakan Pluang, berpotensi menjerat korban dalam investasi bodong.
Meryl Emma, Brand Marketing Senior Manager Pluang, menjelaskan bahwa langkah ini diambil menyusul peningkatan temuan upaya penipuan. Para pelaku menjanjikan keuntungan cepat dan pendampingan trading secara ilegal.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
“Belakangan ini, puluhan akun bodong bermunculan dengan mencatut nama dan logo resmi Pluang untuk menjerat korban ke dalam penipuan finansial. Para pelaku biasanya menggunakan modus kesempatan cuan cepat, menawarkan masuk ke grup eksklusif, hingga janji titip dana investasi,” kata Meryl dalam keterangan tertulis pada Kamis (1/1).
Ciri-Ciri Akun Penipuan yang Perlu Diwaspadai
- Mengirim Pesan Duluan (DM) lewat akun Telegram: Akun resmi Telegram milik Pluang tidak pernah menghubungi pengguna terlebih dahulu melalui pesan pribadi untuk menawarkan produk investasi. Semua komunikasi resmi dilakukan secara broadcast massal hanya lewat akun resmi.
- Janji Profit Tidak Masuk Akal: Menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa informasi disclaimer risiko yang jelas.
- Permintaan Transfer Dana Luar Aplikasi: Meminta pengguna mengirimkan dana ke rekening pribadi atau dompet digital di luar sistem pembayaran resmi aplikasi Pluang. Termasuk juga undangan saling transfer ke sesama pengguna yang dikenal ataupun tidak dikenal.
- Cek Cara Komunikasi dan Pengarahan Tautan: Akun resmi Pluang tidak akan meminta nasabah memberikan data pribadi yang bersifat rahasia. Selain itu, mereka tidak akan membawa pengguna untuk mengakses situs yang tidak berkaitan dengan domain resmi pluang.com.
- Menyamar sebagai Admin: Menggunakan nama pengguna (username) yang sangat mirip dengan akun resmi, namun biasanya memiliki tambahan angka atau karakter khusus seperti pluang_tradingg atau pluang_investasi01, dan sejenisnya.
Untuk langkah pencegahan, Pluang menghimbau pengguna untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi akun palsu. Pengguna diharapkan melaporkannya melalui platform media sosial terkait dan mengambil tangkapan layar (screenshot) sebagai bukti.
Menurut Mureks, laporan tersebut kemudian dapat disampaikan ke tim bantuan Pluang untuk ditindaklanjuti. Kewaspadaan menjadi kunci utama agar tidak terjerat dalam modus penipuan yang semakin beragam ini.





