Internasional

Presiden Kolombia dan Kuba Bersatu Kecam Serangan AS di Venezuela: “Zona Perdamaian Diserang”

Presiden Kolombia Gustavo Petro dan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel bersatu mengecam keras serangan yang mengguncang Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Keduanya mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak menyikapi insiden yang disebut sebagai ‘serangan kriminal’ tersebut.

Dalam cuitannya di platform X, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan keprihatinannya. “Pemerintah Kolombia menolak tindakan militer sepihak apa pun yang dapat memperburuk situasi atau membahayakan penduduk sipil,” tulis Petro, sebagaimana dilansir dari CNN. Ia juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat memicu ketegangan, serta mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar pertemuan darurat.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Senada dengan Petro, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel juga melontarkan kecaman tajam. Menurut Mureks, Diaz-Canel secara eksplisit menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai dalang di balik serangan tersebut. “Kuba mengecam dan mendesak reaksi komunitas internasional terhadap serangan kriminal AS terhadap Venezuela. Zona perdamaian kami sedang diserang secara brutal,” tegas Diaz-Canel melalui unggahan di X.

Ledakan Guncang Ibu Kota, Venezuela Tetapkan Darurat Nasional

Sebelumnya, sejumlah ledakan dilaporkan mengguncang Caracas pada Sabtu (3/1) dini hari. Pantauan Mureks menunjukkan kepulan asap membumbung di beberapa titik ibu kota, memicu kekhawatiran di kalangan warga. Saksi mata melaporkan ledakan terjadi di lokasi vital, termasuk pangkalan udara militer La Carlota dan markas Kementerian Pertahanan Venezuela di Fuerte Tiuna.

Menyikapi situasi genting ini, Presiden Venezuela Nicolas Maduro segera menetapkan darurat nasional dan memobilisasi seluruh kekuatan militer negara. Langkah ini diambil sebagai respons atas serangan yang menargetkan fasilitas-fasilitas strategis.

Diberitakan oleh CBS News, Presiden AS Donald Trump secara resmi memerintahkan serangan tersebut. Pejabat AS mengkonfirmasi bahwa operasi militer itu menargetkan berbagai objek vital, termasuk fasilitas militer Venezuela. Namun, hingga berita ini diturunkan, Pentagon masih belum memberikan rincian operasional dan melimpahkan seluruh keterangan kepada Gedung Putih.

Trump sendiri sebelumnya telah berulang kali menyatakan niatnya untuk melancarkan operasi darat di Venezuela dengan dalih memberantas perdagangan narkoba. AS juga tercatat telah meluncurkan serangan terhadap kapal-kapal di perairan Karibia dalam upaya serupa.

Mureks